Fauzan menjadi juara pada kejuaraan dunia International Traditional Karate Federation di Praha pada Desember 2017. Atlet asal Banjarmasin tersebut diundang ke Kemenpora RI bersama dengan juara dunia catur usia 10 tahun Samantha Edithso dan juara dunia wushu junior Indonesia.
Samantha menjadi juara dalam FIDE World Championship 2018 U-10 di Belarusia, sedangkan tim muda wushu Indonesia menyabet gelar juara dalam Kejuaraan Dunia Wushu Junior di Brasil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Mustafa berterimakasih kepada pelari Lalu Muhammad Zohri yang juga merupakan juara dunia dari cabang olahraga atletik nomor 100 meter di Finlandia beberapa waktu lalu. Bagi Mustafa, Zohri menjadi kunci atas diberikannya bonus dari Kemenpora ke dia dan Fauzan.
Juara dunia tradisional Fauzan Noor berterima kasih kepada Lalu Zohri sehingga ia juga ikut mendapat bonus dari Kemenpora. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
"Intinya begini, setiap warga negara Indonesia yang berhasil di luar negeri, berilah penghargaan. Entah dari cabang apapun. Itu yang bisa kami sampaikan," ucapnya menambahkan.
Mustafa tidak merasa kecewa lantaran bonus baru diberikan saat ini setelah tujuh bulan dari Fauzan menjadi juara. Ia mengatakan sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.
"Kami sudah tahu kok untuk jangan berharap dapat apapun. Karena sejak 2013, kami juga juara," tutur Mustafa.
"Akan tetapi, kami [karate tradisional] bukan dalam koridor pemerintah. Ini [Rp65 juta] merupakan bonus pertama kami dan sangat besar. Betul-betul anugerah," tuturnya kembali.
"Karena terus terang kami yang menjadi fokus itu di olahraga prestasi. Kami tidak menyalahkan siapapun. Dan tidak karena tekanan publik kami memberikan bonus ini," sambung dia. (bac/jun)
Juara dunia tradisional Fauzan Noor berterima kasih kepada Lalu Zohri sehingga ia juga ikut mendapat bonus dari Kemenpora. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)