Salah satu faktor yang membuat Oezil pensiun membela Die Mannschaft adalah kegagalan timnas Jerman melewati fae grup Piala Dunia untuk kali pertama dalam 80 tahun. Timnas Jerman justru menjadi juru kunci di Grup F Piala Dunia 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Grindel bahkan menginterogasi Oezil setelah pertemuannya dengan Erdogan. Sedangkan Bierhoff menilai timnas Jerman tidak membawa Oezil dan Ilkay Guendogan ke Rusia usai berfoto dengan pemimpin negara asal kedua pemain itu.
Mesut Oezil sudah membuat 40 assist di timnas Jerman. (REUTERS/Dylan Martinez) |
Berikut tiga alasan Oezil pantas pensiun dari timnas Jerman dikutip dari Sportskeeda:
1. Komitmen Oezil Selalu Dipertanyakan
Mesut Oezil kerap menjadi kambing hitam ketika klub atau timnas Jerman menelan kekalahan. Sebaliknya, pemain 29 tahun itu tidak mendapat kredit yang cukup saat meraih kemenangan. Oezil pun telah cukup dewasa menyikapi itu dengan mengabaikan kritik yang ada.
Padahal, sepanjang kariernya di klub dan timnas, Oezil merupakan salah satu gelandang menyerang terbaik yang pernah ada di dunia dan Jerman. Dari 92 penampilannya bersama Jerman sejak 2009, Oezil sudah mencetak 23 gol dan membuat 40 assist.
Mesut Oezil kerap mendapat kritik di level klub atau timnas Jerman. (Reuters/Tony O'Brien) |
2. Penggambaran yang Buruk oleh Media Jerman
Media di Jerman memainkan peran sentral dalam mempromosikan Oezil yang dianggap tidak netral. Karena itu juga Oezil tidak segan-segan menyebut kritik akan didapat olehnya ketika media atau pengamat menemukan kesalahan dalam permainan yang dibuat mantan pemain Werder Bremen itu.
"Saya bukan pesepakbola yang sempurna dan ini memotivasi saya untuk bekerja dan berlatih lebih keras. Tapi apa yang saya tidak bisa terima adalah, media Jerman berulang kali menyalahkan keturunan ganda yang saya miliki, dan gambaran sederhana untuk Piala Dunia yang buruk atas nama seluruh anggota skuat," ucap Oezil.
Status Oezil yang merupakan keturunan Turki juga menjadi diungkit dalam hal ini guna membangkitkan kekesalan fan Jerman terhadapnya. Sebuah surat kabar Jerman usai Die Mannschaft terpuruk di Piala Dunia 2018 tidak mengkritik kinerja Oezil atau kinerja tim, tetapi menggunakan foto Ozil dengan Recep Tayyip Erdogan sebagai berita utama.
Selain fan dan media, di Jerman Mesut Oezil juga mendapat kritik dari politisi di negara tersebut. (REUTERS/Axel Schmidt) |
3. Mendapat Perlakuan Rasisme karena Miliki 'Darah' Turki
Mesut Oezil merupakan generasi ketiga Turki-Jerman, tetapi telah menunjukkan kesetiaan dan dedikasi mutlak kepada Jerman selama karir sepuluh tahunnya dengan Die Mannschaft dengan statistik yang sangat mengesankan. Tetapi hal itu selalu menjadi referensi untuk menjadi bahan kritik bagi Oezil.
Padahal, rasisme adalah kekejian yang tidak memiliki tempat di bumi, apalagi di dunia sepak bola di mana kekaguman global sepak bola telah menyebabkan beragam budaya dan sejarah menyatu.
Mesut Oezil sudah membuat 40 assist di timnas Jerman. (REUTERS/Dylan Martinez)
Mesut Oezil kerap mendapat kritik di level klub atau timnas Jerman. (Reuters/Tony O'Brien)
Selain fan dan media, di Jerman Mesut Oezil juga mendapat kritik dari politisi di negara tersebut. (REUTERS/Axel Schmidt)