Dalam sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (27/7), Rahmad atau yang biasa disebut RD membenarkan kabar dia tidak lagi melatih klub berjulukan Elang Andalas itu. RD mengatakan keputusan itu sudah melalui proses yang panjang.
"Setelah ini tentu saya akan segera berpikir cepat untuk menyelamatkan karier saya. Karena saya sekarang sedang ikut kursus pelatihan pro lisence yang salah satu syaratnya adalah harus pegang tim. Jadi, saya akan segera melatih lagi apakah itu klub Liga 2 atau junior," kata RD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sriwijaya FC diterpa masalah besar di akhir paruh pertama Liga 1 karena kehilangan sejumlah pemain bintang. ( ANTARA FOTO/Nova Wahyudi) |
"Lalu saya mengajukan beberapa syarat sampai berlanjut kemarin dan akhirnya memutuskan tidak lagi bertahan pada 25 Juli. Syarat itu adalah yang saya sampaikan secara pribadi dengan manajemen. Ada beberapa hal yang perlu diselaraskan, jadi kami sama-sama mengakhiri," tuturnya menambahkan.
RD berharap SFC bisa semakin baik untuk memperbaiki prestasi di Liga 1. Saat ini, SFC berada di peringkat ke-12 dalam klasemen sementara Liga 1 dengan perolehan 23 poin. Mereka terpaut enam poin dari Persib yang ada di urutan teratas.
Di awal musim, Sriwijaya FC masuk sebagai salah satu tim calon kuat juara Liga 1 lantaran memiliki banyak pemain bintang. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
Selain itu, RD juga angkat bicara soal kerusuhan di Stadion Gelora Sriwijaya beberapa waktu lalu yang menyebabkan ratusan kursi rusak jelang Asian Games 2018. Kerusuhan itu disebabkan suporter SFC yang kecewa lantaran manajemen SFC mengeluarkan beberapa pemain berkualitas.
"Pemain tidak keluar tapi dilepas manajemen dengan alasan beban finansial. Saya tidak setuju dengan keputusan itu karena saya datang ke Sriwijaya FC dengan target," ujar RD. (ptr/jun)
Sriwijaya FC diterpa masalah besar di akhir paruh pertama Liga 1 karena kehilangan sejumlah pemain bintang. ( ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Di awal musim, Sriwijaya FC masuk sebagai salah satu tim calon kuat juara Liga 1 lantaran memiliki banyak pemain bintang. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)