Wakil ketua umum PSSI Joko Driyono menerima tuntutan mundur kepada mantan Pangkostrad tersebut sebagai pendapat yang wajar dari masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Edy tetap berkomitmen penuh dengan tetap memberi perhatiannya kepada federasi. Soal pak Edy tetap jadi Ketum, ini bukan soal kekuasaan. Ketua umum lebih untuk pengabdian. Pak Edy merasa senang jika akhirnya semua bisa solid dan PSSI maju. Karena, jika ada perpecahan, organisasi dan pembinaan tidak akan bisa jalan," kata Gatot.
Edy Rahmayadi terpilih menjadi Ketua Umum pada Kongres PSSI di Jakarta pada 2016 setelah memperoleh 76 suara dari total 107 pemilik suara sah. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) |
"Tanpa ada tugas sebagai pejabat publik saja sepakbola kita sudah jalan ditempat, apalagi ketua umum PSSI merangkap dengan sebuah jabatan publik?" demikian pernyataan Indonesia Footbal Community.
Ada tiga alasan desakan mundur ini yaitu agar Edy Rahmayadi bisa fokus mengurus Provinsi Sumatera Utara, larangan rangkap jabatan bagi kepala daerah, dan mencegah konflik kepentingan.
Setelah ambil bagian dalam Pilkada Sumut, Edy terlihat kembali berada di stadion menyaksikan pertandingan Piala AFF U-16 2018 antara Indonesia dan Filipina yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (29/7).
