Sebagai seorang atlet, Winarni adalah salah satu atlet yang layak masuk dalam kategori elite. Selain bisa jadi juara dunia angkat besi kelas 50kg pada 1997, Winarni juga mampu merebut medali perunggu pada Olimpiade Sydney 2000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak saya menderita Atresia Esofagus (tak ada jalur pencernaan dari mulut ke perut). Anak saya hanya bisa mengonsumsi susu lewat selang yang dialirkan langsung ke dalam lambung. Sejauh ini sudah dua kali menjalani operasi, pertama membuat lubang di tenggorokan untuk lubang di leher untuk mengeluarkan air liur."
Selain berjaya di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade, Winarni juga mempersembahkan medali bagi Indonesia di ajang SEA Games. (REUTERS) |
"Kalau melihat kakaknya makan, dia bilang gak mau minum susu, tetapi mau makan seperti kakaknya. Dia minta namun akhirnya saya mengizinkannya untuk menjilat makanan tersebut, namun tidak menelannya."
"Saya gak tahan setiap anak saya minta makan Saya bingung harus jawab apa," kata Winarni.
Perjuangan Winarni
Bila hari-hari Winarni sebagai atlet diisi dengan kegigihan menjalani program latihan dan berteman dengan barbel, maka kini hari-hari Winarni berisi kegigihan untuk merawat anaknya.
Dengan kondisi Achmad Fariz Taufik yang mengalami Atresia Esofagus, maka Winarni harus rutin 'menyuntikkan' susu karena susu adalah satu-satunya asupan nutrisi untuk sang anak.
[Gambas:Twitter]
"Satu hari bisa habis satu kaleng susu. Karena susu yang dikonsumsi anak saya susah didapat di sini, maka saya sering titip ke teman atau beli lewat online."
"Selain itu saya juga harus mengganti selang untuk menjaga tetap bersih," ucap Winarni.
Rela Jual Rumah Kenangan Bonus Olimpiade Demi Operasi Anak
Kisah Winarni mulai ramai dibicarakan di media sosial usai dirinya melakukan wawancara dengan sebuah harian nasional. Kisah tersebut lalu mendorong Maman Suherman menginisiasi gerakan donasi lewat situs kitabisa.com.
"Saya berterima kasih saya dibantu, Alhamdulillah. Mudah-mudahan ini nyata. Sebelumnya, saya gak pernah bercerita tentang kondisi anak saya. Karena saya berpikir bahwa walaupun bercerita, pasti tidak ada jalan keluar."
"Saya tak mau dikesankan seperti mengemis atau memanfaatkan kondisi anak saya. Saya bersyukur masih ada yang peduli," ucap Winarni.
Sebelum gerakan donasi untuk Winarni mengalir, peraih medali perak Kejuaraan Dunia 1999 ini sudah berniat menjual rumah miliknya. Rumah itu merupakan kenangan dari bonus medali perunggu Olimpiade Sydney 2000.
Saat jadi atlet, Winarni telah menunjukkan bahwa kerja keras bisa membuat impian terwujud nyata. Untuk kali ini, Winarni bakal berjuang keras untuk mewujudkan impian lainnya, kesembuhan sang anak tercinta.
Donasi untuk Winarni bisa disalurkan lewat: https://kitabisa.com/atletangkatbesi (nva/jun)
Selain berjaya di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade, Winarni juga mempersembahkan medali bagi Indonesia di ajang SEA Games. (REUTERS)