Nyaris sempurna, satu-satunya kelemahan para pemain adalah mental mereka. Ya, emosi labil tampaknya yang menjadi musuh terberat.
Dengan torehan 21 gol dan hanya kebobolan tiga gol, Garuda Asia lolos ke semifinal pada Kamis (9/8), dengan predikat juara Grup A.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timnas Indonesia menghancurkan Kamboja 4-0 di laga terakhir Grup A. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat) |
Bagus Kahfi menjadi top skor Piala AFF U-16 dengan torehan 11 gol. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru) |
Semua pemain berjibaku bahu-membahu menciptakan kerja sama yang sangat harmonis dalam menciptakan permainan kolektif.
Di lini depan, nama-nama penyerang macam Bagus Kahfi, Yadi Mulyadi, Hamsa Lestaluhu, Fajar Fathur, dan Amanar Abdillah, mampu menunjukkan ketajaman membongkar pertahanan lawan. Terutama Bagus Kahfi yang tampil sangat impresif dengan torehan 11 gol. Artinya, ia memiliki rata-rata 2,2 gol per pertandingan.
Ketajaman lini depan itu tak lantas menutupi kehebatan para pemain lainnya di lini tengah dan belakang. Timnas Indonesia U-16 bisa dibilang mampu menampilkan performa apik di semua sektor.
Kendati tampil trengginas, tak lantas Garuda Asia tidak memiliki kelemahan. Satu titik lemah terbesar mereka adalah emosi labil di lapangan.
Timnas Indonesia kebobolan satu gol oleh Myanmar melalui eksekusi penalti. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru) |
Tercatat ada sejumlah situasi yang merugikan skuat muda Merah Putih akibat kesalahan mereka sendiri. Salah satunya adalah ketika mengalahkan Myanmar 2-1.
Satu-satunya gol Myanmar tercipta dari eksekusi penalti karena pelanggaran kiper Indonesia, Ernando Ari Sutaryadi. Ernando yang sudah berhasil menangkap bola, malah dengan sengaja menjegal bek Thaw Zin Htet yang mendekatinya di dalam kotak Garuda Asia pada menit ke-70.
Insiden berikutnya kala Indonesia U-16 mengalahkan Vietnam dengan skor 4-2. Mereka bermain dengan 10 pemain usai Bagus Kaffa mendapat kartu merah pada menit ke-67.
Beruntung saat itu Vietnam juga bermain dengan 10 pemain lantaran Vo Nguyen Hoang juga diusir wasit. Dua pemain itu terlibat keributan sehingga mendapat kartu merah.
Dalam tayangan ulang, saudara kembar Bagus Kahfi itu tampak memukul pemain Vietnam bernomor punggung 10 tersebut.
Emosi yang belum stabil memang masalah lumrah bagi para pemain yang muda. Namun, Fakhri bakal berpikir lebih keras untuk lebih menstabilkan emosi para pemainnya itu untuk tampil di semifinal Piala AFF U-16.
Pasalnya, fase gugur itu tentu akan jadi ujian mental yang lebih berat bagi para penggawa Garuda Asia. Belum lagi, tes bakal semakin berat apabila mereka menghadapi lawan-lawan seperti Malaysia dan Thailand yang bisa memancing emosi para pemain. (nva)
Timnas Indonesia menghancurkan Kamboja 4-0 di laga terakhir Grup A. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Bagus Kahfi menjadi top skor Piala AFF U-16 dengan torehan 11 gol. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Timnas Indonesia kebobolan satu gol oleh Myanmar melalui eksekusi penalti. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)