Saat Asian Games pertama itu tengah dirancang, Indonesia merupakan salah satu negara yang memberikan dukungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Asian Games 1951 kontingen Indonesia mengirimkan 33 atlet, dikutip dari Indian Express terbitan 21 Februari 1951.
Ilustrasi lompat tinggi. (Istockphoto/VM) |
Hasilnya, Indonesia meraih lima medali perunggu yang seluruhnya didapat dari atletik dan menempati peringkat ketujuh di tabel klasemen medali. Kelima medali perunggu itu diperoleh Maram Sudarmodjo (lompat tinggi), Hendarsin (lompat jangkit), AF Matulessy (lempar lembing), Anny Salamun (lempar cakram), dan tim beregu putri (4x100 meter estafet).
Sedangkan untuk cabang olahraga sepak bola, Tim Merah putih langsung kandas di laga pertama usai kalah 0-3 dari tuan rumah India di babak perempat final.
Di pertandingan tersebut India mencetak gol melalui Sahu Mewalal 27', gol bunuh diri Chaeruddin Siregar 42', dan P Venkatesh 50'. Sementara starter Timnas Indonesia saat melawan India diisi: Maulwi Saelan; Chaeruddin, Sunar; Jahja, M Sidhi (kapten), Tan Liong Houw; Aang Witarsa, Tee San Lion, Darmadhi, Bhe ing Hien, dan Sugiono.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses merebut medali emas di Asian Games 2014. (Dok. PBSI) |
Indonesia selalu berpartisipasi di 16 edisi Asian Games berikutnya. Dari 17 kali tampil di Asian Games Indonesia sudah mengemas 91 medali emas, 121 perak, dan 199 perunggu dengan total medali keseluruhan berjumlah 411.
Dari 60 medali emas yang diraih Indonesia di Asian Games, bulutangkis menjadi cabang olahraga yang paling banyak menyumbang medali emas sebanyak 26 keping.
Di Asian Games 1962, Indonesia menempati peringkat kedua klasemen perolehan medali setelah meraih 21 medali emas, 26 perak, dan 30 perunggu. (bac/jun)
Ilustrasi lompat tinggi. (Istockphoto/VM)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses merebut medali emas di Asian Games 2014. (Dok. PBSI)