Skuat Merah Putih bakal kembali berlaga pada laga Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabhaga, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI, Rabu (17/8). Bagi Beto, kemenangan apalagi jika ia mencetak gol, bakal jadi kado terindah bagi publik Indonesia.
Apalagi, kemenangan itu menjadi pelipur lara kekalahan Garuda Muda dari Palestina 1-2, sekaligus untuk menjaga asa lolos dari fase grup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beto dan Stefano Lilipaly menjadi duet 'mematikan' saat keduanya tampil lawan Taiwan. (INASGOC/sup) |
"Mental kami tidak jatuh, biasa saja. Game pertama kami menang dan kami senang, game kedua kami kalah dan kami sedih. Tapi kami harus angkat kepala," ucapnya menambahkan.
"Pokoknya latihan kami ini fokus pada penyelesaian akhir, mungkin kemarin kami kurang dalam hal ini. Besok (17/7) mungkin kami pikir Laos tidak terlalu kuat seperti Palestina, jadi kami harus bisa memanfaatkan setiap peluang," kata penyerang bernama lengkap Alberto Goncalves da Costa.
"Saya juga berbicara tadi di tengah latihan. Sebagai pemain senior, saya memberikan semangat. Kami ada di sini karena dipilih oleh pelatih sehingga kami harus buktikan besok," katanya kembali.
"Pemain Palestina memiliki postur tinggi, secara postur tubuh kami kalah. Tapi kami memiliki kecepatan. Jadi memang seperti itu, setiap tim ada kelebihan dan ada kekuarangan," ujar Beto. (bac/sry)
Beto dan Stefano Lilipaly menjadi duet 'mematikan' saat keduanya tampil lawan Taiwan. (INASGOC/sup)