Edgar yang tidak diunggulkan justru tampil memukau. Ia berhasil menyabet medali perak dengan catatan 9,72 poin atau unggul dari atlet asal Taiwan, Tsai Tsemin, yang memperoleh 9,70 poin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edgar Xavier Marvelo melakukan atraksi di Asian Games 2018. (REUTERS/Beawiharta) |
Pada 2017, Edgar membuktikan kualitasnya dengan torehan medali emas di Kejuaraan Dunia Wushu 2017 di Rusia ketika pewushu DKI Jakarta itu berhasil meraih medali emas. Sayang, ia hanya menyabet perunggu di SEA Games 2017 di Malaysia.
Edgar dikenal sebagai atlet muda pekerja keras. Ia selalu melahap latihan rutin enam kali dalam sepekan. Selama di pelatnas, dia ditangani oleh mantan pewushu nasional, Susyana.
Edgar Xavier Marvelo raih perah di nomor cangquan. (REUTERS/Beawiharta) |
"Yang pasti senang sekali dan bangga bisa ada perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata luar biasa. Kami sudah melakukan latihan empat bulan di China, uji coba di Iran, ASEAN Games, dan kejuaraan dunia," kata Edgar usai pertandingan.
"Sebenarnya hasil ini jauh di luar ekspektasi saya. Puji Tuhan, ternyata bisa dapat perak untuk Indonesia. Ini kesempatan sekali seumur hidup bisa mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia." (bac)
Edgar Xavier Marvelo melakukan atraksi di Asian Games 2018. (REUTERS/Beawiharta)
Edgar Xavier Marvelo raih perah di nomor cangquan. (REUTERS/Beawiharta)