Dalam pertandingan tersebut Hulaefi meraih total poin 19,41. Hasil itu merupakan gabungan poin di daoshu (9,70) dan gunshu (9,71).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum perlombaan dimulai, Hulaefi sudah memprediksi atlet dari China dan Korea Selatan akan menjadi pesaing terberatnya. Karena saat di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, atlet dari Korsel dan China memiliki nilai di atas Hulaefi.
Medali perunggu ini membuat Achmad Hulaefi memperbaiki prestasinya di Asian Games 2014. (REUTERS/Beawiharta) |
"Dukungan penonton menambah motivasi, adrenaline saya langsung naik dan badan terasa enteng," Hulaefi menambahkan.
Medali perunggu itu tidak saja capapain terbaik Hulaefi, tetapi juga wushu Indonesia di Asian Games. Nomor daoshu dan gunshu sendiri baru dipertandingkan di Asian Games pada edisi 2010 di Guangzhou, China.
Pada Asian Games edisi ke-16 itu Indonesia berhasil menempati peringkat keempat di nomor daoshu dan gunshu melalui David Hermawan dengan total poin 19,19. Medali emas di Asian Games 2010 diraih atlet asal Makau Jua Rui (19,61), perak dimiliki Lee Jong-chan dari Korea Selatan (19,42 poin), dan perunggu diraih Nguyen Manh Quyen dari Vietnam dengan 19,38 poin.
"Medali ini untuk bangsa Indonesia. Terima kasih untuk semua bangsa Indonesia. Kita semua satu tim sudah berjuang dengan penuh semangat. Selalu dukung Indonesia," ucap Hulaefi. (sry)
Medali perunggu ini membuat Achmad Hulaefi memperbaiki prestasinya di Asian Games 2014. (REUTERS/Beawiharta)