Jonatan dan Chen Long sebelumnya sudah pernah bertemu tiga kali, masing-masing pada 2015, 2016, dan 2017.
Peringkat 15 dunia itu meladeni Chen Long dengan permainan reli. Awal mula yang cukup baik diperlihatkan Jonatan dengan menorehkan keunggulan hingga berjarak lima poin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah smes yang melebar membuat Jonatan sempat tertinggal 8-9. Jonatan kemudian kembali memimpin dan unggul 11-10 pada interval pertama.
Poin Jonatan dilampaui Chen Long yang berbalik memimpin 15-14. Setelah tertinggal Jonatan gagal kembali menyamakan angka dan hanya mampu membuntuti poin lawan dengan selisih satu angka.
Di awal gim kedua, anak asuh Hendri Saputra berhasil meraih tiga poin awal. Setelah unggul 3-0, Jonatan berulang kali melakukan kesalahan yang menguntungkan Chen Long.
Jonatan sempat kembali memimpin ketika skor 7-6, namun dua unforced error membuatnya tertinggal dua angka. Setelah itu Jonatan hanya mampu menambah satu angka hingga Chen Long memimpin di interval.
Setelah rehat sejenak, Jonatan semakin tertinggal dengan skor 8-13 dan 9-14. Sempat mendekatkan jarak menjadi tiga poin, Jonatan kesulitan menambah poin lebih banyak dan harus mengakui keunggulan Chen Long 16-21.
Duel ketat kembali terjadi di gim ketiga. Jonatan dan Chen Long tidak bisa terpaut jauh dan sering imbang dalam perolehan poin di permulaan. Jonatan sempat memimpin hingga tiga poin sebelum berpindah posisi pada kedudukan 11-9.
Upaya Chen Long mendekati perolehan poin Jonatan dilakukan dengan mengubah pola permainan dan terus mengadu reli dengan durasi yang lama.
Pada poin kritis, Chen Long menyamakan poin menjadi 17-17. Perpaduan akurasi penempatan bola dan kesalahan Jonatan menjadi keuntungan bagi Chen Long yang bahkan kemudian berbalik unggul hingga membukukan match point.
Pertandingan menjadi milik China setelah Chen Long memastikan kemenangan 21-18. Kemenangan Chen Long membuat China kembali unggul 2-1. (bac)