Dalam pertandingan yang dihelat di Hall A JIExpo Kemayoran pada Rabu (22/8), lifter kedua Indonesia Triyatno sempat tidak muncul ketika dia dipanggil untuk melakukan angkatan clean and jerk yang pertama. Alhasil, total angkatan Tritayno tidak mencukupi untuk meraih medali angkat besi di nomor 69 kilogram putra.
Triyatno mencatat total angkatan 329 kilogram dengan rincian 147 kilogram snatch serta 182 kilogram clean and jerk. Catatan tersebut menempatkannya di peringkat keempat, terpaut tujuh kilogram dari Korea Utara yang berhasil meraih medali emas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kan kami mau atlet tidak tergesa-gesa. Kami lewatkan [angkatan pertama] dan fokus ke angkatan kedua untuk meraih medali. [Bisa terjadi masalah komunikasi itu karena] jaraknya [pelatih dengan atlet] terlalu jauh," kata Dirdja kepada para awak media usai bertanding.
Dirdja mengatakan angkatan kedua Triyatno yakni 182 kilogram sesuai target. Ia juga menyampaikan sesungguhnya tidak ada yang salah dalam hal ini.
Dirdja Wihardja mengakui ada kesalahan dalam komunikasi jelang Triyatno tampil. (CNN Indonesia/ Arby Rahmat) |
"Evaluasi dari ini adalah Indonesia kurang beruntung saja, harusnya minimal medali. Kami sudah berusaha," ucapnya melanjutkan.
Sebelum Triyatno, lifter Indonesia lainnya yakni Deni juga tampil lebih dulu. Deni mencatat total angkatan 318 kilogram dengan rincian 141 kilogram snatch dan 177 kilogram clean and jerk.
"Untuk Triyatno, ini angkatan tertinggi di Asian Games. Tapi untuk Deni, turun 2 sampai 5 kilo," ujar Dirdja.
Meski pecahkan rekor pribadi, tetapi Triyatno gagal sumbang medali untuk Indonesia. (ANTARA FOTO/INASGOC/Dhemas Reviyanto/YU/18) |
"Saya minta maaf kepada bangsa Indonesia dan keluarga saya karena tidak bisa mempersembahkan medali. Mungkin pertandingan tadi ada miss komunikasi antar saya dengan pelatih," kata Triyatno.
"Kalau berhasil catat angkatan clean and jerk ketiga 186 kilogram, mungkin saya bisa berebut perunggu. Tapi ya sudah lah, namanya juga belum rezeki," Triyatno menuturkan.
"Di uji coba [Asian Games 2018] saya bisa mencatat angka itu sebelum ada cedera dan sebagainya. [Di main event Asian Games 2018], snatch saya agak terburu-buru. Saya lupa dengan second pull. Kalau clean and jerk, mungkin endurance saya kurang," ujarnya (sry)
Dirdja Wihardja mengakui ada kesalahan dalam komunikasi jelang Triyatno tampil. (CNN Indonesia/ Arby Rahmat)
Meski pecahkan rekor pribadi, tetapi Triyatno gagal sumbang medali untuk Indonesia. (ANTARA FOTO/INASGOC/Dhemas Reviyanto/YU/18)