Rio Rizki yang berasal dari Sulawesi Tengah masuk pelatnas dayung untuk Asian Games edisi ke-18 usai Pekan Olahraga Nasional 2018 di Jawa Barat. Sejak itu Rio menjadi andalan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu yang faktor yang membuat PODSI kepincut dengan bakat Rio karena kemampuannya yang mudah beradaptasi. Pasalnya, berkaca dari PON di Jawa Barat, Rio tetap bisa meraih medali perunggu meski menggunakan peralatan yang belum pernah dipakainya saat persiapan.
Tim dayung Indonesia meraih medali emas usai mencatatkan waktu 6 menit 8,88 detik. (Dok. Istimewa) |
Tahun ini Rio ikut membawa tim dayung Indonesia meraih dua emas di Belanda. Masing-masing satu emas saat di kejuaraan di Bosban, Amsterdam, dan di Kejuaraan Holland Beker. Dua kejuaraan itu merupakan bagian dari pemusatan latihan tim dayung Indonesia jelang Asian Games 2018.
Di Asian Games 2018, Rio yang kelahiran 11 Februari 2003 mencatatkan namanya sebagai peraih medali emas termuda untuk saat ini dengan usia 15 tahun. Sedangkan untuk peraih emas Indonesia tertua di Asian Games kali ini adalah Hening Paradigma dari cabor paralayang dengan 32 tahun.
Selebihnya Indonesia hanya bisa meraih lima perunggu dari nomor kelas ringan coxless empat putri di Asian Games 1990, kelas ringan coxless empat putra di 2002, kelas coxless empat putra di 2006, single sculls putri di 2006, dan kelas ringan quadruple sculls di 2014.
[Gambas:Video CNN] (bac)
Tim dayung Indonesia meraih medali emas usai mencatatkan waktu 6 menit 8,88 detik. (Dok. Istimewa)