Rifki Ardiansyah yang masih berpangkat Sersan Dua (Serda) itu merupakan prajurit TNI peraih emas di Asian Games kali ini. Ia saat ini tercatat bertugas di Kodam V/Brawijaya di TNI AD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rifki Ardiansyah mengalahkan karateka asal Iran, Amir Mahdi Zadeh, di fase final dengan skor 9-7. (REUTERS/Issei Kato) |
Karate kali pertama menyumbang emas untuk Merah Putih pada Asian Games 1998 di Bangkok, Thailand. Emas tersebut didapat atas nama Arif Taufan Syamsuddin di nomor kumite 60kg. Total sudah tiga emas yang disumbangkan cabor karate untuk Indonesia sepanjang sejarah gelaran olahraga multicabang se-Asia itu.
Bagi Rifki, ini merupakan medali emas pada debutnya di Asian Games 2018. Sebelumnya, ia pernah mencatatkan prestasi di ajang internasional pada cabor tersebut.
Salah satunya pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, Rifki ikut membawa tim Indonesia medali perunggu di nomor kumite beregu.
Ia menjadi satu-satunya penyumbang medali emas pada kejuaraan tersebut. Rifki sukses di nomor kumite 55kg sehingga mampu mendapatkan emas.
Rifki menyatakan medali emas yang didapatnya pada Asian Games kali ini merupakan sebuah mimpinya yang terwujud semasa kecil.
"Saya bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih kepada orang tua saya, dan rakyat Indonesia. Terima kasih kepada pengurus FORKI, pelatih, dan juga semuanya."
"Saya bermimpi untuk bisa jadi juara Asian Games dan juara dunia. Kini mimpi itu terwujud. Kunci keberhasilan saya adalah tampil tenang dan yakin karena ada dukungan dari rakyat Indonesia," ucap Rifki.
Emas Rifki adalah emas ke-11 yang diraih oleh kontingen Indonesia di Asian Games 2018.
"Dia bertugas di pusat olahraga dan pendidikan jasmani. Saya yakin TNI pasti mengizinkan karena tugas tentara adalah bertempur dan mempertahankan negara serta mengibarkan bendera Merah-Putih. Dan hal itu sudah dibuktikan hari ini," ujar Gatot. (bac/har)
Rifki Ardiansyah mengalahkan karateka asal Iran, Amir Mahdi Zadeh, di fase final dengan skor 9-7. (REUTERS/Issei Kato)