Peluang meraih medali emas cukup terbuka dari cabang olahraga atletik. Melalui nomor lompat jauh putri, Maria Natalia Londa memiliki kesempatan ebsar mengulang kesuksesan empat tahun dilam di Asian Games 2018. Saat Asian Games 2014, Maria merupakan peraih medali emas nomor lompat jauh putri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kelas B putra (50-55kg), pesilat putra Indonesia Abdul Malik akan menghadapi Muhammad Faizul M Nasir untuk memperebutkan medali emas. Begitupun dengan pesilat putri Indonesia Wewey Wita yang akan meladeni atlet Vietnam Thi Them Tran di kelas B putri (50-55kg).
Aries Susanti dan Puji Lestari akan berjuang untuk kembali mendapatkan medali bagi Indonesia. (REUTERS/Edgar Su) |
Satu pesilat Indonesia yang juga akan bertarung di laga final adalah Komang Harik Adi Putra, yang merupakan andalan di kelas E (65-70kg). Komang akan menghadapi atlet Malaysia Mohd Al Jufferi Jamari.
Panjat dinding juga berpotensi menambah medali untuk kontingen Indonesia. Setelah di nomor speed tunggal sukses meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu, Indonesia berkesempatan meraih medali dari nomor speed relay atau estafet beregu.
Wewey Wita (kanan) akan melakoni final di kelas b putri melawan pesilat vietnam. (ANTARA FOTO/INASGOC/Melvinas Priananda) |
Sementara, cabor dayung nomor perahu naga memiliki kesempatan terakhir untuk meraih satu medali emas di Asian Games 2018 pada Senin ini. Pada hari ini perahu naga akan mempertandingkan nomor 1.000 meter putra. Sebelumnya Indonesia hanya meraih satu perak dan satu perunggu dari nomor perahu naga.
Lihat juga:Resmi: MotoGP Inggris 2018 Dibatalkan |
Aries Susanti dan Puji Lestari akan berjuang untuk kembali mendapatkan medali bagi Indonesia. (REUTERS/Edgar Su)
Wewey Wita (kanan) akan melakoni final di kelas b putri melawan pesilat vietnam. (ANTARA FOTO/INASGOC/Melvinas Priananda)