Dalam laga final tersebut Zohri finis di urutan ketujuh dari delapan pelari dengan menorehkan catatan waktu 10,20 detik. Medali emas menjadi milik pelari asal China Su Bingtian yang juga juara dunia 2018 dengan catatan 9,92 detik.
Sedangkan medali perak diraih atlet Qatar Tosin Ogunode (10.00) yang merupakan peraih perak Asian Games 2010, dan perunggu menjadi milik Ryota Yamagata dari Jepang dengan 10.00 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak kecewa karena saya tidak ditargetkan medali dan seniornya kuat-kuat, apalagi ada yang juara dunia dan pemegang rekor," kata Lalu Zohri usai lomba.
Lalu Muhammad Zohri meraih catatan terbaiknya di level senior dengan 10,20 detik. (REUTERS/Darren Whiteside) |
Selain itu, pelari 18 tahun tersebut juga memecahkan rekor catatan waktu terbaiknya di level senior di hadapan publik SUGBK. Catatan 10,18 yang ditorehkannya pada Kejuaraan Dunia Atletik U-19 di Finlandia, Juli lalu merupakan catatan waktu terbaiknya tampil di level junior.
"Estafet tanggal 29, bisa lah. Target? Kalau itu saya belum tahu," pungkasnya. (sry/jun)
Lalu Muhammad Zohri meraih catatan terbaiknya di level senior dengan 10,20 detik. (REUTERS/Darren Whiteside)