Di ruangan seluas 50x60 meter tersebut, para atlet berkumpul ketika waktu makan datang setiap pagi, siang, dan malam. Venue Cluster JSC Aminuddin mengatakan konstruksi ruang makan utama tersebut menggunakan frame baja dan atap membran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 16 stan tersebut antara lain salad, menu masakan Asia Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Barat, Timur Tengah, Asia Tengah, hingga menu lokal Indonesia.
Ruang makan JSC jadi favorit para atlet peserta Asian Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
Meski demikian sebagian para atlet tampaknya tidak begitu memperhatikan kandungan gizi setiap makanan saat mereka hendak makan. Mereka memilih makanan sesuai selera masing-masing.
Setelah selesai makan, para atlet maupun ofisial diwajibkan untuk membereskan perlengkapan makan sendiri agar meja kembali bersih. Di sana tersedia empat jenis tempat sampah yakni sampah yang tidak dapat didaur ulang, bisa di daur ulang, sisa makanan, dan cairan.
Kelas Hotel Bintang Empat
Makanan di Kampung Atlet diakui sebagian atlet sama seperti hotel berbintang. Atlet skateboard Indonesia Pevi Permana Putra memuji menu makanan beragam yang ada di Kampung Atlet.
"Banyak makanan dari berbagai macam negara, bersih, dan puas untuk dining hall-nya. Saya paling suka makan kambing yang ada di [stan] Asia Tengah, itu enak sekali. Saya suka makan kambing dan nasi kebuli," ucap atlet 30 tahun tersebut.
Pevi mengaku tidak selalu makan di Kampung Atlet karena tidak kebagian kamar di sana. Ia dan tim terpaksa harus menyewa hotel bintang 4, The Zuri, yang letaknya 7,2 kilometer dari JSC.
Ada 16 stan makanan yang disediakan di Kampung Atlet Palembang. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
"Makan malam kadang di sini, kadang di hotel. Sama-sama enak," ujarnya menambahkan.
Atlet Pakistan Suka Makanan Indonesia
Tak hanya atlet Indonesia yang penasaran dengan makanan dari negara lain, tapi juga sebaliknya. Atlet sepak takraw asal Pakistan, Sarfaraz Rehman, merupakan satu dari ratusan atlet yang doyan makanan Indonesia.
Di Kampung Atlet JSC pada Senin (27/8), tersedia empat jenis makanan di stan Indonesia yakni sayur nangka, opor kering ayam kuning, telur pindang, dan siomai. Di sebelahnya ada toples yang berisikan kerupuk udang.
"Saya coba sedikit juga masakan Indonesia dan rasanya cukup enak. Saya coba ayam [kuning]," tutur Rehman.
Selain suka makan ayam racikan bumbu khas Indonesia, Rehman juga suka makan masakan di stan Asia Tenggara, salad dan hidangan penutup. Dan ternyata dia tak hanya suka makanan Indonesia, tapi juga gemar berinteraksi dengan orang-orang Indonesia.
Meski kalah dari Indonesia di arena tanding sepak takraw, Rehman tetap memiliki kesan yang baik terhadap orang lokal terutama yang berada di Palembang.
Masakan Indonesia juga digemar atlet luar negeri. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
Rehman tinggal di lantai dua Gedung A dalam Kampung Atlet. Ia menerangkan kamarnya cukup baik untuk ditempati, meskipun terkadang mesin pendingin ruangan agak bermasalah.
"Saya tidak memiliki masukan apapun untuk panitia, karena saya pikir di sini semuanya baik dan kooperatif. Mungkin hanya persoalan keamanan saja yang saya pikir terlalu ketat, tapi itu baik untuk kami. Namun soal pelayanan, semua bagus," ujar Rehman. (jun/har)
Ruang makan JSC jadi favorit para atlet peserta Asian Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Ada 16 stan makanan yang disediakan di Kampung Atlet Palembang. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Masakan Indonesia juga digemar atlet luar negeri. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)