Menurut salah satu legenda pencak silat Indonesia itu penilaian wasit juri di Asian Games kali ini sudah lebih objektif dibanding pada penyelenggaraan sebelumnya di multi-cabang lain seperti SEA Games.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana bisa kami dibilang pecundang? Jelas-jelas bisa dilihat sendiri hasilnya dan itu kenyataannya. Hasil ini sudah semakin objektif karena ada video replay, ada wasit yang bukan dari Indonesia," kata Abas di Padepokan Pencak Silat TMII, Rabu (29/8) malam.
Wewey Wita menggenapkan emas Indonesia di cabang pencak silat Asian Games 2018 menjadi 14. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Soal dominasi Indonesia yang mampu memboyong 14 medali emas dari 16 nomor yang dipertandingkan, Abas mengatakan semua negara peserta potensi untuk memenangi pertandingan. Namun, kesiapan para atlet menjadi pembeda.
Raihan juara umum cabor pencak silat di Asian Games 2018 ini diakui Abas bukan lantaran status Indonesia yang merupakan tuan rumah, melainkan dari kerja keras yang dilakukan tim pencak silat Indonesia.
"Itu hasil kerja keras, bukan main-main. Atlet kami sampai berdarah-darah saya bilang, bukan hanya keringat saja," sambungnya.
Abas juga yakin, hasil di Asian Games 2018 ini tidak akan berpengaruh pada rencana memasukan pencak silat ke Olimpiade 2020. (nva/har)
Wewey Wita menggenapkan emas Indonesia di cabang pencak silat Asian Games 2018 menjadi 14. (CNN Indonesia/Hesti Rika)