Salucci yang mengenal Rossi sejak kecil menilai pebalap yang memiliki ciri khas nomor 46 itu adalah sosok yang amat memahami motor, khususnya Yamaha yang sudah ditunggangi sejak 2004.
"Dia mengetahui situasi hingga ke detail terkecil. Siapa yang berada di belakangnya, siapa yang ada di depannya, siapa yang membalap dengan ban lunak atau keras. Valentino adalah seorang jenius terhadap hal-hal detail," kata Salucci dilansir Tuttomotoriweb.
"Saya memiliki momen yang sangat emosianal ketika Valentino pertama kali menguji motor [Yamaha YZR] M1. Saat kami menang untuk kali pertama di Welkom pada 2004, kami mendapat tekanan dan ekspektasi berlebih," sambungnya.
Valentino Rossi menjadi juara MotoGP untuk kali terakhir pada 2009. (REUTERS/Jon Nazca) |
"Kembali ke Yamaha adalah sesuatu yang indah. Tidak mudah jika dilihat secara atletik. Jika Anda kembali mengendarai motor yang kuat setelah mengendarai motor dengan level dibawahnya, maka Anda membutuhkan adaptasi lagi. Di samping Anda tidak terbiasa bersaing di papan atas. Tapi saya tidak ragu dia akan kembali meraih kemenangan," ucap Salucci.
Rossi memang belum pernah menjadi juara dunia sejak kembali membela Yamaha sejak 2013. Namun dalam lima tahun terakhir, pebalap veteran itu tiga kali menempati peringkat kedua di klasemen akhir pebalap.
Menjelang balapan di San Marino, Rossi juga masih terpaku di peringkat kedua di bawah Marc Marquez. Selain itu Rossi berada dalam ancaman dua pebalap Ducati, Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso yang tampil cukup baik pada dua seri balap MotoGP terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Valentino Rossi menjadi juara MotoGP untuk kali terakhir pada 2009. (REUTERS/Jon Nazca)