Hanifan lahir dari keluarga pencak silat. Ayah Hanifan, Dani Wisnu dan sang Ibu, Dewi Yanti Kosasih adalah pesilat ternama di era 1990-an.
"Saya tak memberikan keharusan pada Hanifan untuk jadi pencak silat. Saya tidak punya hak untuk menghalangi dia untuk berprestasi di bidang apapun," ucap Dewi kepada CNNIndonesia.com.
Hanifan Yudani Kusumah berhasil meraih medali emas Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti bila waktunya sparring tiba, dia kembali datang dan meminta giliran pertama. Sama seperti saya, sepertinya ada yang kurang bila latihan tanpa sparring," kata Dewi.
"Lebih sering sama ayahnya untuk latihan pertarungan jarak dekat. Nanti setelah latihan, ayahnya memberitahu apa yang masih kurang," ujar Dewi.
Hanifan berhasil meraih medali emas pencak silat Asian Games untuk nomor 55-60kg. Ia mengalahkan Nguyen Thai Linh di babak final dengan skor 3-2 di akhir pertandingan. Nama Hanifan makin melejit karena setelah memastikan medali emas, ia berpelukan dengan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto yang menyaksikan langsung jalannya laga tersebut. (ptr)
Hanifan Yudani Kusumah berhasil meraih medali emas Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika)