Hal itu terjadi saat Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Kudus, Kamis (6/9). Sutarno meminjam kendaraan pribadi milik keluarganya demi bisa menemani putranya, Abdul Latif Nur Al Luqman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutarno yang berwirausaha jual-beli barang bekas ini bukan tanpa alasan mendukung olahraga anak di cabang tepok bulu ini. Sejak Abdul Latif berusia 7 tahun, bakat pelajar SMPN 3 Karanganyar itu di cabang olahraga bulutangkis ini sudah terlihat.
Sutarno bersama Abdul Latif Nur Al Luqman. (CNN Indonesia/Surya Sumirat) |
Pria berkacamata itu tidak menampik jika bonus besar yang dimiliki pebulutangkis berprestasi merupakan salah satu faktor yang mendorongnya mendukung kegiatan Abdul Latif ini. Karena itu juga Sutarno berharap anaknya kelak bisa menjadi pebulutangkis berprestasi seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo atau Jonatan Christie.
"Sudah tiga tahun beruntun mengikuti seleksi Djarum, ini adalah tahun ketiga. Dua tahun sebelumnya tidak lolos. Yang penting anaknya semangat, urusan sukses atau tidak itu belakangan," Sutarno menuturkan.
Usaha lebih keras dimiliki Hery Isdianto, ayah Farel Putra Herdiansyah yang mengikuti seleksi di kelompok umur U-15. Hery yang tinggal di Tulungagung, Jawa Timur menyewa mobil mini bus untuk bisa sampai ke Kudus.
Tidak hanya itu, Hery beserta pelatih dan 12 anak yang didampinginya juga menyewa rumah untuk seleksi regional Kudus yang dimulai sejak Rabu (5/9).
Para orang tua menyaksikan anak-anaknya mengikuti audisi di PB Djarum. (CNN Indonesia/Surya Sumirat) |
"Di sini kami menginap, di kampung di belakang GOR Djarum. Kami sewa dua kamar seharga Rp1 juta sejak Senin sampai sabtu (8/9). Biayanya patungan dari orang tua ke-12 anak yang ikut ini," Hery menambahkan.
Untuk bisa mendampingi putranya, Hery rela meliburkan usaha warung kopi miliknya di Tulungagung. Kehilangan penghasilan tidak jadi soal bagi Hery asalkan bisa melihat anaknya mendapat beasiswa dari PB Djarum.
"Kalau untuk anak, kami tidak memikirkan risikonya [membelikan peralatan]. Alhamdulillah sampai sekarang kebutuhan hidup masih tercukupi," kata Hery. (nva/har)
Sutarno bersama Abdul Latif Nur Al Luqman. (CNN Indonesia/Surya Sumirat)
Para orang tua menyaksikan anak-anaknya mengikuti audisi di PB Djarum. (CNN Indonesia/Surya Sumirat)