Cederai Salah, Ramos Ungkap Pernah Dapat Teror Pembunuhan

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Minggu, 09/09/2018 23:00 WIB
Cederai Salah, Ramos Ungkap Pernah Dapat Teror Pembunuhan Sergio Ramos dan keluargapernah mendapat teror pembunuhan usai mencederai Mohamed Salah. (REUTERS/Gleb Garanich)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bek Real Madrid, Sergio Ramos, mengungkapkan ia dan keluarga pernah mendapat ancaman pembunuhan dari pihak-pihak tak bertanggung jawab. Teror pembunuhan itu pernah diterimanya setelah ia mencederai penyerang Liverpool Mohamed Salah pada final Liga Champions musim lalu.

Ramos memang pernah mendapat hujatan dari para fan terutama pendukung Liverpool karena melakukan pelanggaran berat terhadap Salah. Pemain timnas Mesir itu pun terpaksa ditarik ke luar lapangan karena mengalami cedera bahu usai ditarik dan ditimpa Ramos.

Sontak, Ramos juga menjadi salah satu musuh bersama publik sepak bola Inggris. Pada laga UEFA Nations League antara Three Lions menjamu Spanyol di Stadion Wembley, Sabtu (8/9), ia mendapat teriakan cemoohan dari pendukung tuan rumah.


La Furia Roja pun berhasil mengecundangi Inggris dengan skor 2-1 pada laga Grup 4 Liga A UEFA Nations League 2018. Usai pertandingan, Ramos menanggapi santai sorakan tersebut karena ia pernah mengalami teror yang lebih buruk dari itu.

Mohamed Salah mengalami cedera usai dijatuhkan Sergio Ramos pada final Liga Champions musim lalu. (Mohamed Salah mengalami cedera usai dijatuhkan Sergio Ramos pada final Liga Champions musim lalu. (Foto: REUTERS/Phil Noble)
"Pemain ingin menghindari [sorakan cemoohan itu]. Pada akhirnya Anda merasakannya, tapi saya tetap tak menanggapinya. Itu tidak akan memengaruhi permainan saya," ucap Ramos seperti dikutip dari ESPN.

Lebih lanjut, Ramos bercerita tentang pengalaman pahit yang pernah ia dan keluarga rasakan usai insiden cedera Salah di final Liga Champions.

"Saya lebih menyukai sambutan lain karena orang-orang hanya mengingat kejadian di final [Liga Champions] dan tak ada yang mengingat ancaman pembunuhan yang diterima keluarga dan anak-anak saya juga," terang Ramos.

"Ini adalah isu sensitif dan mungkin ada orang-orang yang menganggapnya sebagai lelucon dan [itulah alasan mereka] menyoraki di stadion megah seperti ini," terang Ramos.

Ia pun tak ingin mengulangi pernyataannya lagi bahwa bek 32 tahun tersebut sama sekali tak bermaksud menyakiti Salah.

"Saya masih memiliki hati nurani. Saya sudah menjelaskan [yang terjadi] dan tak perlu lagi membuat penjelasan," kata Ramos. (bac)