Bayu dikenal sebagai salah satu orang yang cukup dekat dengan Milla selama pelatih asal Spanyol itu berada di Indonesia. Perannya begitu dirasa para pemain Timnas Indonesia ketika menerjemahkan instruksi di lapangan maupun kepada media ketika mengalihbahasakan ucapan Milla saat tanya jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, dia sayang sekali kepada anak-anak Timnas Indonesia. Kedua, dia sangat bangga Timnas Indonesia ditonton suporter yang sangat banyak dan mencintai dia. Akan tetapi, semua kembali lagi kepada keputusan Milla atau PSSI," tambahnya.
Bayu Eka Sari Teguh (tengah) ketika menemani Luis Milla dalam sesi konferensi pers. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
"Terakhir dua hari lalu, kami membicarakan pertandingan Timnas Indonesia lawan Mauritius. Saya katakan kepada dia bahwa saya lihat ada 'Milla' di Timnas Indonesia. Itu adalah Timnas Indonesia yang dia mau," ucap Bayu.
"Saya katakan anak-anak sudah mulai bisa menjalankan permainan Milla. Dia terharu," lanjutnya.
Pesan Milla untuk Sepak Bola Indonesia
Lebih lanjut, Bayu juga mengungkapkan pesan terakhir Milla sebelum kembali ke Spanyol usai Asian Games 2018.
"Sepak bola Indonesia jangan cepat puas karena masih tahapan awal, dia suruh saya melanjutkan sekolah juga. Dia juga minta saya ikut kursus supaya lebih tahu sepak bola, tapi saya belum ada rencana jadi pelatih," ujar Bayu.
Bayu pun tahu respons masyarakat terhadap perubahan positif di Timnas Indonesia. Selain menyaksikan sendiri pola hidup para pemain Skuat Garuda, Bayu juga menuturkan pengakuan dari pelatih Mauritius, Francisco Filho.
"Orang-orang banyak yang tidak tahu kalau Milla adalah pelatih yang sangat profesional. Apapun hambatan dan susahnya sepak bola, dia tetap profesional dan belajar untuk sepak bola Indonesia lebih baik," ucap Bayu. (nva/har)
Bayu Eka Sari Teguh (tengah) ketika menemani Luis Milla dalam sesi konferensi pers. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)