Padahal, Rossi tahu betul ambisi Vinales yang ingin melesat bersaing di teratas klasemen musim ini sehingga memilih bergabung di Movistar Yamaha.
Namun kini kenyataannya belum memenuhi harapan pebalap asal Spanyol itu. Mantan pebalap tim Suzuki saat ini masih terkunci di peringkat kelima klasemen sementara MotoGP 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Valentino Rossi dan Maverick Vinales sama-sama merasakan kesulitan di Yamaha musim ini. (Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch) |
Sama seperti The Doctor, Vinales sempat mengeluhkan kondisi motor yang tidak mampu menunjang kemampuan balapannya di trek. Ia bahkan berharap banyak agar Yamaha melakukan perubahan besar.
"Mudah sekali kalau hanya mengatakan: 'Ada beberapa kesalahan atau harap bersabar menunggu sedikit lagi.' Saya ingin tahu sejauh mana kemampuan Yamaha. Mereka hanya menyediakan kami motor," terang Vinales.
"Musim ini saya sudah belajar untuk bersabar. Sejujurnya, tekanannya amat tinggi. Saya berada di sini karena ingin menjadi juara, meraih sejumlah podium dan gelar, bukan berada di 10 besar," ujar Vinales.
Vinales maupun Rossi memulai pesimistis bakal bisa meraih podium jelang MotoGP Aragon, Minggu (23/9). Balapan MotoGP Aragon bisa disaksikan melalui live streaming di CNNIndonesia.com.
(bac/har)
Valentino Rossi dan Maverick Vinales sama-sama merasakan kesulitan di Yamaha musim ini. (Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch)