Setelah meraih tiga poin pada laga pertama menghadapi runner-up Piala Asia U-16 2016, Timnas Indonesia menjadi pemimpin klasemen sementara Grup C dengan tiga poin dan memiliki selisih gol lebih baik dari India yang menang 1-0 atas Vietnam.
Lihat juga:Anthony Ginting ke Final China Terbuka 2018 |
Skuat belia The Golden Star bukan lawan yang asing bagi Garuda Asia. Dalam dua tahun terakhir ada tiga pertemuan yang melibatkan Timnas Indonesia dan timnas Vietnam, yakni di kejuaraan Thien Phong Plastic di Vietnam, turnamen Genesys di Jepang, dan Piala AFF di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timnas Indonesia U-16 langsung berlatih di Sabtu pagi, sehari setelah mereka menaklukkan Iran. (Foto: CNN Indonesia/Nova Arifianto) |
"Perbedaannya Vietnam bertahan cukup baik, tapi kita enggak mau kalah juga ,tetap semangat, dan fokus terus. Ada striker mereka tidak ikut [di Piala Asia U-16 2018], tapi kemarin pas main di Piala AFF main," kata Yudha.
"Setelah melawan Iran dapat pengalaman teknik dan visi bermain. Iran bertahan cukup baik, penyerangan cukup cepat tapi kita bertahan cukup rapi. Lawan Vietnam akan lebih baik lagi," jelas Yudha.
"Kita juga harus komunikasi satu sama lain, berani bicara dengan pemain yang di dalam lapangan juga," tuturnya.
Yudha yang kerap tampil sebagai pemain inti berpotensi kembali berlaga sejak menit awal ketika menghadapi Vietnam. (nva/ptr)
Timnas Indonesia U-16 langsung berlatih di Sabtu pagi, sehari setelah mereka menaklukkan Iran. (Foto: CNN Indonesia/Nova Arifianto)