Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia kembali menelan korban jiwa. Kali ini kejadian terjadi di Stadion GBLA, Bandung, Minggu (23/9). Haringga Sirla (23), seorang suporter Persija meninggal setelah dikeroyok Bobotoh di parkiran Stadion GBLA, saat hendak menonton laga Persib vs Persija.
Atas insiden tersebut, Herru amat menyesali aksi kekerasan itu serta turut berduka cita yang paling mendalam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kematian fan Persija, Haringga Sirla, ikut membuat Viking berduka cita. (CNN Indonesia/safir makki) |
Lihat juga:Prediksi Timnas Indonesia U-16 vs Vietnam |
"Yang pasti kami minta maaf atas kejadian kemarin. Kami tidak bermaksud begitu, kami tidak memerintahkan begitu, kami tidak ada upaya ke sana (kekerasan)," kata Herru.
Herru mengharapkan tidak ada lagi kejadian serupa. Justru sebaliknya harus memberikan edukasi untuk siapapun bahwa menonton Persib bisa lebih nyaman, aman, dan positif.
Ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang dan Viking mendukung penuh proses yang dijalani pihak berwenang.
"Ini melalui proses hukum ya, menyerahkan sepenuhnya [pada kepolisian]. Kami mendukung penuh [polisi] dan mendampingi mereka [Bobotoh] karena mereka kan tidak berencana, mereka tidak bisa disalahkan secara bulat, mereka datang ke sana untuk mendukung Persib. Di sana kerumunan massa, banyak karakter dan susah dikendalikan. Yang pasti kami akan mendampingi dan mengawasi," ucap Herru.
Herru pun mengakui sudah bertemu dengan petinggi The Jakmania Ferry Indra Sjarief di Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, pada Senin (24/9) dini hari dan berencana untuk meningkatkan pertemuan lagi.
Kematian fan Persija, Haringga Sirla, ikut membuat Viking berduka cita. (CNN Indonesia/safir makki)