Pada awal Juni lalu Lorenzo memutuskan pindah ke Honda untuk bergabung bersama Marc Marquez. Banyak pihak menilai tim pabikan asal Jepang itu akan sangat kuat di musim depan setelah memiliki dua pebalap juara dunia.
Lihat juga:Luka Modric Pemain Terbaik FIFA 2018 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pebalap Yamaha itu juga kecewa dengan Race Direction yang tidak mengambil tindakan untuk cara membalap Marquez yang agresif. Dikutip dari Motorsport, Marquez memasuki tikungan dengan agresif, tetapi tidak melanggar peraturan.
Jorge Lorenzo terancam tidak bisa mengikuti MotoGP Thailand. (REUTERS/Heino Kalis) |
Lorenzo sadar, jika ingin bersaing dengan Marquez di musim depan dengan motor yang sama, maka pebalap 31 tahun itu harus bisa mengikuti cara balapan rekan setimnya tersebut.
"Ketika Anda masuk ke bidang itu, semua orang juga tahu ada risiko kehilangan," ucap Hernandez menambahkan.
Akibat insiden itu, Lorenzo bukan hanya gagal di Aragon, melainkan juga terancam tak bisa tampil optimal di MotoGP Thailand. Marquez sendiri sudah coba meredakan tensi dengan menghubungi Lorenzo.
Bila perseteruan Lorenzo dan Marquez malah memanas di akhir musim, maka Honda harus menemukan cara terbaik agar kehadiran Lorenzo dan Marquez tetap menguntungkan bagi mereka di MotoGP 2019.
Seri MotoGP 2018 berikutnya adalah MotoGP Thailand pada 7 Oktober mendatang. Balapan MotoGP Thailand bisa disaksikan lewat live streaming di CNNIndonesia.com. (sry/ptr)
Jorge Lorenzo terancam tidak bisa mengikuti MotoGP Thailand. (REUTERS/Heino Kalis)