Timnas Indonesia U-19 Belum Memiliki Penyerang Tajam

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 23:59 WIB
Timnas Indonesia U-19 Belum Memiliki Penyerang Tajam Timnas Indonesia U-19 kalah 0-3 dari China. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/kye/18)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia U-19 belum memiliki penyerang dengan performa yang dianggap memuaskan usai kalah 0-3 dari China di laga kedua turnamen segitiga di Stadion Pakansari, Cibinong, Selasa (25/9).

Dalam dua pertandingan di turnamen mini ini Timnas Indonesia U-19 hanya mencetak dua gol saat ditahan imbang Thailand 2-2 di laga pertama. Namun, kedua gol itu tidak ada yang dicetak para penyerang. Melainkan para gelandang: Witan Sulaeman dan M Luthfi Kamal.

Pelatih Timnas Indonesia U-19 sendiri memainkan dua penyerang berbeda dalam dua pertandingan. M Rafli Mursalim saat melawan Thailand dan Hanis Saghara Putra di laga menghadapi China. Tetapi performa keduanya tidak juga maksimal.


Menurut Indra Sjafri salah satu permasalahan timnya di turnamen ini adalah penyelesaian akhir yang masih tumpul. Indra Sjafri mengaku masih mencari pemain terbaik yang bisa mengisi lini depan Timnas Indonesia U-19 di Piala Asia 2018 nanti.

"Kami akan mencari siapa pemain depan terbaik. Kami akan coba di uji coba ketiga atau nanti dibuat uji coba lokal untuk mencari format pemain yang paling pas di depan. Tadi kelihatan kan gambaran formasi dengan pemain yang berbeda dari yang biasanya," kata Indra Sjafri.
Timnas Indonesia U-19 Belum Memiliki Penyerang TajamIndra Sjafri sudah memiliki gambaran untuk memilih 23 dari 31 pemain untuk Piala Asia U-19. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/kye/18)
Menyoal pertandingan melawan China, Indra Sjafri menyebut antisipasi bola mati tidak bisa dilakukan dengan baik oleh para pemainnya tidak berjalan dengan baik. Terbukti, dua gol yang dicetak pemain China berasal dari bola mati.

Mantan pelatih Bali United itu juga mengatakan cara bermain Timnas Indonesia U-19 sedikit berbeda saat melawan Thailand dan China.

Selain itu, pemain Timnas Indonesia U-19 juga disebut Indra agak kurang berani saat sudah memegang bola. Syahrian Abimanyu dan kawan-kawan juga terhitung hanya beberapa sentuhan langsung cepat kehilangan bola.

"Pemain menunggu di tengah berharap counter attack. Sayang, pemain depan kurang bisa memanfaatkan serangan balik itu," ucap Indra.

"Ini akan jadi evaluasi, terutama pemain yang kami kasih kesempatan, sudah kelihatan bagi kami pertimbangkan untuk memilih 23 dari 31 pemain yang masuk skuat ke Piala Asia U-19," Indra menambahkan. (TTF/sry)