Dalam tiga pertandinga di Grup D, Australia U-16 kebobolan empat kali. Sebanyak tiga dari empat gol itu terjadi saat dikalahkan Korea Selatan (0-3) di laga pertama. Sedangkan satu gol lainnya saat melawan Irak di laga kedua melalui titik penalti.
Melihat proses kejadian gol-gol tersebut, tidak ada yang istimewa dari lini belakang Kanguru Muda. Pemain bertahan Australia cenderung terlalu cepat membuat keputusan yang akhirnya membuat tim lawan memiliki keuntungan mencetak gol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Prediksi Timnas Indonesia U-16 vs Australia |
Gol kedua Taegeuk Warriors juga karena kesalahan bek Australia yang mengambil 'sekali' umpan terobosan lawan. Hon Yun-sang yang memiliki kecepatan bisa menyerobot bola itu lebih dulu dan langsung berhadapan dengan kiper untuk mencetak gol.
Lini belakang Australia bisa mengutungkan Timnas Indonesia U-16. (Dok. AFC) |
Lini serang Timnas Indonesia U-16 sendiri memiliki segala yang dibutuhkan untuk mengoyak pertahanan lawan. Amiruddin Bagus Kahfi punya kecepatan dan teknik mumpuni sebagai penyerang. Termasuk juga ketenangan untuk mencetak gol.
Kedua lini sayap, khususnya Mochamad Supriadi juga dibekali kecepatan yang kerap merepotkan sektor kanan pertahanan lawan. Bahkan bek kanan seperti Bagas Kaffa juga bisa membantu serangan.
Dengan mengeksploitasi lini pertahanan Australia seperti yang dilakukan Korea Selatan, Garuda Asia memiliki peluang memenangi laga nanti untuk melangkah ke semifinal sekaligus meraih mimpi tampil di Piala Dunia U-17 2019 di Peru. (sry)
Lini belakang Australia bisa mengutungkan Timnas Indonesia U-16. (Dok. AFC)