Desakan tersebut disampaikan lewat aksi yang akan digelar di Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) pada Senin (1/10). Sedikitnya ada tiga poin yang para mahasiswa tersebut tuntut dalam aksi mereka.
Pertama, mereka mendesak Edy untuk turun sebagai ketum PSSI. Mahasiswa menilai mantan Pangkostrad tersebut tidak bisa mengatasi problem yang terjadi di sepak bola Indonesia hingga menimbulkan korban meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Prediksi Timnas Indonesia U-16 vs Australia |
"Setelah berkumpul di Tugu Tani, kami rencana ke Kemenpora bertepatan dengan agenda pertemuan Menpora dengan para pemangku kepentingan sepak bola sekitar pukul 12.00 WIB. Memang kami sengaja datangnya bersamaan dengan pertemuan tersebut, agar suara kami didengar," kata Halid selaku ketua aksi dari Universitas Bung Karno kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon pada Senin (1/10).
Edy Rahmayadi dikhawatirkan terlibat politik praktis pada 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Harapannya mendatang ketum PSSI jadi lebih baik saja di kepemimpinan baru dan Kemenpora bisa seperti orang tua ke PSSI," ucap dia.
Hingga Senin (1/10), lebih dari 82 ribu orang sudah menandatangani petisi Edy mundur dari Ketum PSSI di situs change.org.
Masalah petisi itu kembali muncul seiring tragedi tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9). Padahal petisi itu sudah ada sejak Juli lalu saat Edy terpilih sebagai Gubernur Sumatra Utara.
"Satu orang pun kalau itu memang benar adanya gara-gara saya gubernur lalu terjadi itu pembunuhan, saya akan tinggalkan ini [posisi Ketua Umum PSSI]. Karena berarti saya tidak becus," pungkas Edy. (map/sry)
Edy Rahmayadi dikhawatirkan terlibat politik praktis pada 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)