Timnas Indonesia U-16 memiliki tiket berlaga di pentas Asia sebagai juara di fase kualifikasi dengan catatan tambahan mengalahkan tuan rumah Thailand pada September 2017.
Pelatnas dan uji tanding menjadi rangkaian agenda Fakhri Husaini dan anak asuhnya dalam memanfaatkan waktu sebelum tampil di putaran final. Piala AFF U-16 2018 melengkapi dua trofi kejuaraan yang sebelumnya mereka raih dalam dua turnamen di Vietnam pada Juni 2017 dan Jepang pada Maret 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemain Timnas Indonesia U-16 sedih setelah gagal ke Piala Dunia U-17. (Foto: AFC/Adam Aidil Padali) |
Bermain tanpa Mochammad Supriadi sejak menit pertama diakui Fakhri sebagai salah satu kendala teknis. Gerakan individu yang diharapkan hadir dari sisi sayap tidak berjalan sesuai harapan.
Problem pemanfaatan peluang kian nyata ketika Timnas Indonesia U-16 menghadapi India U-16. Para pemain yang ditanya mengaku melihat India sama seperti Iran lantaran postur yang menjulang. Sementara sang pelatih menyoroti masalah organisasi pertahanan lawan yang cukup rapi.
Selama 2x45 menit masalah postur bisa diatasi skuat Garuda Muda. Organisasi pertahanan India memang menyulitkan dan tembakan jarak jauh menjadi opsi. Namun akurasi tidak dapat dibilang baik. Dari 11 tembakan tidak ada satupun yang mengarah ke gawang.
Timnas Indonesia U-16 mampu memberikan perlawanan meski kalah 2-3 dari Australia. (AFC/Adam Aidil Padali) |
Postur lawan yang tinggi dan besar sebenarnya sudah jadi cerita lawas karena Timnas Indonesia U-16 mampu mengatasi perlawanan Iran dan menyulitkan India. Tetapi para pemain sekali lagi memperhatikan fisik lawan sebagai ancaman.
Peluang lawan pada menit-menit awal laga perempat final justru tidak hadir dari bola udara, melainkan tusukan dan organisasi permainan mereka dalam membangun serangan. Tapi serangan udara benar menjadi peluang meyakinkan bagi Australia untuk mencetak gol penyama kedudukan.
Setelah itu dua gol skuat berjuluk Joeys hadir dari skema yang simpel memanfaatkan kerja sama tim yang rapi, sebuah hal yang sudah diantisipasi Fakhri sejak awal lantaran Australia diakui mampu bermain bertahan dan menyerang sama bagusnya.
Video permainan Garuda Asia yang mudah ditemukan di Youtube juga menjadi sarana lawan membaca taktik dan strategi Fakhri. (bac)
Para pemain Timnas Indonesia U-16 sedih setelah gagal ke Piala Dunia U-17. (Foto: AFC/Adam Aidil Padali)
Timnas Indonesia U-16 mampu memberikan perlawanan meski kalah 2-3 dari Australia. (AFC/Adam Aidil Padali)