Gempa berkekuatan 7,7 skala richter mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Saat musibah terjadi tengah berlangsung kejuaraan terbuka lintas alam paralayang 2018 di Palu yang berjarak kurang lebih 74 kilometer dari pusat gempa.
Lihat juga:Manajer Persib: Bubar Saja PSSI Semuanya! |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, tim evakuasi masih berupaya mencari tiga korban lagi yang diduga masih tertimpa reruntuhan bangunan Hotel Roa Roa.
Tiga atlet paralayang meninggal dalam gempa di Palu. (ANTARA FOTO/INASGOC/Tagor Siagian) |
Imam mengatakan saat ini Kemenpora sedang identifikasi dan mengumpulkan data atlet yang jadi korban gempa di sana. Menpora berharap bantuan tidak hanya untuk atlet paralayang yang meninggal dan cedera.
"Tapi atlet PPLP [Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar] juga perlu kami lakukan identifikasi. Kami ada 100 atlet di PPLP yang tak ada lagi tempat latihan, tempat tidur, uang saku dan uang makan. Ini yang akan kami berikan sekaligus," katanya menambahkan.
Palu dalam masa pemulihan usai gempa dan tsunami. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Sementara sisanya atlet dari Indonesia, dua di antaranya atlet Pelatnas Paralayang. Menurut jadwal, kejuaraan itu dimulai Kamis, 27 September, hingga 30 September. Namun pada Jumat, 28 September, terjadi musibah gempa dan tsunami yang menimpa Palu dan sekitarnya sehingga kejuaraan itu terpaksa dihentikan," ucap Imam.
"Sejak Jumat panitia lomba kehilangan kontak dengan tujuh peserta yang masih terjebak di Hotel Roa Roa tempat para atlet menginap. Tujuh orang ini adalah Petra Mandagi, Ardi Kurniawan, Gleen Mononutu, Reza Kambey, Lee Dong Jin dari Korea Selatan, Fahmi, dan Franky Kowaas," ucapnya melanjutkan.
"Orang tua Ardi menginginkan jenazah putranya dibawa ke Malang, tetapi kita tahu bagaimana susahnya mencari peti mati, melakukan evakuasi, apalagi pergeseran jenazah dari luar Palu. Maka kami bermohon kepada keluarganya untuk ikhlaskan. Kami tetap mengikuti prosedur untuk dimakamkan di satu tempat di Palu," terang Imam. (map/jun)
Tiga atlet paralayang meninggal dalam gempa di Palu. (ANTARA FOTO/INASGOC/Tagor Siagian)
Palu dalam masa pemulihan usai gempa dan tsunami. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)