Akibat tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9), Maung Bandung mendapat hukuman berat dengan menjalani laga kandang usiran ke Kalimantan hingga akhir musim ini dan juga laga kandang tanpa penonton selama paruh pertama musim depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fernando Soler dilarang memasuki stadion hingga akhir musim karena dianggap mengintimidasi wasit. Panpel Persib mendapat larangan terlibat dalam kepanitiaan selama dua tahun dan denda Rp100 juta.
Gengsi pertandingan membuat pemain Persib dan Persija melakukan pelanggaran keras. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi) |
"Kerasnya permainan di lapangan sudah ada yg namanya wasit. Jika keras kartu kuning, jika ekstrim kartu merah. Adil itu menempatkan segala seuatu pada tempatnya," Emil melanjutkan.
[Gambas:Twitter]
Ridwan Kamil rupanya tidak terima pemain andalan Persib karena dinilainya terkena imbas dari tindakan beringas sejumlah oknum Bobotoh yang menewaskan Haringga Sirla. Di satu sisi, dalam rilis sanksi yang dikeluarkan pada Selasa (2/10), Komdis PSSI menjelaskan para pemain tersebut melakukan pelanggaran keras saat laga berjalan.
Ridwan Kamil menilai hal kekerasan pemain itu merupakan kewajaran dalam sebuah laga, sehingga hukuman untuk pemain Persib itu diklaim berlebihan. Namun tak dapat dimungkiri, permainan yang menjurus kekerasan dari pemain dan bisa membahayakan pemain lain di lapangan tetap akan mendapat sanksi larangan bermain dari Komdis PSSI, di luar hukuman kartu kuning atau merah. Kewenangan itu pun ada di Komdis PSSI.
Sedangkan Komdis PSSI yang memutuskan hukuman termasuk skors juga diatur pada Pasal 16 Kode Disiplin PSSI. (sry/bac)
Gengsi pertandingan membuat pemain Persib dan Persija melakukan pelanggaran keras. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)