Laga tersebut berakhir dengan kemenangan Arema 1-0 atas Bajul Ijo berkat gol Ahmad Nur Hardianto pada menit ke-70.
Chant rasial dari suporter Arema terdengar jelas di pertengahan babak pertama. Penggalan bait berbunyi, "Bonek .... Dibunuh saja" yang sempat lantang diserukan bersama-sama sempat bisa diredam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, nyanyian berbau kekerasan kembali terdengar di babak kedua. Bahkan di akhir pertandingan, segelintir suporter beratribut Arema masuk ke lapangan sambil membawa poster Persebaya yang dirobek. Beruntung kapten Arema Hamka Hamzah berhasil merebut poster tersebut.
Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono pun mengatakan akan mempertimbangkan masukan untuk menghentikan pertandingan jika masih terdengar nyanyian rasial. Namun, hal ini masih belum disepakati dalam regulasi.
"Masalah Rasialisme sudah menjadi fokus dan kampanye FIFA harus segera bisa dihentikan. Ada tawaran dari APPI yang mewakili pemain bahwa ketika nyanyian rasial terdengar, para pemain berhenti untuk bertanding. Jika semuanya sepakat, itu akan menjadi langkah bagus," ujar Joko.
Nyanyian berbau rasial dan kata kekerasan memang telah menjadi budaya di antara beberapa suporter, terutama yang memiliki rivalitas seperti Arema vs Persebaya dan Persija vs Persib. Masing-masing suporter kerap meneror lawan dengan nyanyian yang kalimatnya mirip dan hanya diganti nama klub lawan saja.