Syuci mengaku sangat senang dengan raihan emasnya di nomor 200 meter gaya dada. Apalagi sehari sebelumnya ia hanya mendapat medali perunggu di nomor 200 meter gaya bebas.
Dara kelahiran 28 Januari 2001 itu berhasil mencatatkan waktu terbaik dengan torehan 1 menit 23.95 detik. Syuci mengalahkan lawan terberatnya dari Jepang Mai Deguchi yang harus puas dengan medali perak usai mencatatkan waktu 1 menit 23,97 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syuci Indriani meraih emas pertamanya pada cabor para renang di Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Sudah habis-habisan. Tidak tahu sebelah saya, ternyata saya yang lebih dulu. Kelihatan banget di samping itu mereka berenang sudah enggak karuan. Saya juga enggak tahu, saya pikir dia (Mai Deguchi) yang duluan (finis), ternyata saya yang duluan," ungkapnya.
Terpisah, pelatih Syuci Bhima Kautsar mengakui bahwa anak asuhnya berenang dengan emosi setelah melewati 25 menit pertama. Padahal Syuci disebut Bhima hampir terkejar perenang Jepang, meski akhirnya tampil sebagai yang tercepat.
Lihat juga:Vila Tersembunyi Conor McGregor di Spanyol |
Untuk berbicara dengan atlet tuna grahita seperti Syuci, Bhima mengaku harus berbicara dengan bahasa yang paling mudah dimengerti.
"Saya seperti bicara dengan anak kecil, kalau renangnya pelan kalah. Namanya lomba kencang saja, tapi makin lama makin kencang."
"Pesannya cuma satu, jangan sampai dia [lawan] ada di depan kamu. Dari awal saya enggak mau lihat kamu di belakang dia [lawan], sama harus kontrol emosi," tandasnya. (ttf/bac)
Syuci Indriani meraih emas pertamanya pada cabor para renang di Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)