Tak ada kata lain selain bangga dan senang yang bisa diungkapkan Aris usai mencatatkan waktu 1 menit 34,52 detik. Ia kalah dari wakil China Huang Xianquan yang meraih medali emas dengan catatan waktu 1 menit 21,21 detik dan perunggu diraih atlet para renang Vietnam Le Tian Dat 1 menit 39,38 detik.
Catatan yang diraihnya kali ini juga sekaligus mempertajam raihannya saat tampil di test event Asian Para Games Juli lalu, yang membukukkan 1 menit 35 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aris mengatakan, pelatih tidak membebankan target medali kepada dirinya lantaran catatan waktunya masih jauh jika disandingkan dengan peserta lainnya dari Asia, termasuk China yang menjadi lawan terberatnya. Namun untuk di level Asia Tenggara, Aris sudah bisa mencatatkan raihan tertingginya.
Aris memang tidak ditargetkan meraih medali di Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Lewat keterbatasan pada dirinya, ia mengaku pilihan menjadi atlet adalah cara untuk bisa mengabdi buat negara. Aris merupakan tuna daksa, yakni suatu keadaan di mana kedua kakinya terganggu atau rusak sebagai akibat dari gangguan bentuk atau hambatan pada otot, sendi dan tulang dalam fungsinya yang normal.
Sejak memulai debutnya pada ASEAN Para Games 2015 di Singapura, Aris sudah membawa pulang medali perunggu untuk nomor 100 meter gaya dada. Dua tahun kemudian di ASEAN Para Games Kuala Lumpur 2017, ia berhasil memboyong dua medali emas dari nomor 50 dan 100 meter daya dada.
Kali ini, Aris tampil sangat percaya diri sejak mulai dari naik ke atas papan lompatan. Ia mengaku menyembunyikan rasa groginya karena harus tampil di hadapan publik negaranya sendiri.
"Percaya diri soalnya jadi tuan rumah, jangan diliatin groginya yang penting semangat. Walau dalam diri sudah grogi, tapi jangan sampai kelihatan," aku Aris.
Aris meraih medai perak di cabor para renang Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Yakin, mungkin sama-sama baru ketemu, semangatnya baru juga. Kemudian saya turun di satu nomor, jadi fokusnya di nomor ini saja," terangnya.
Sebelum ke Tokyo 2020, ia juga berharap bisa menorehkan prestasi terbaiknya di ASEAN Para Games 2019 di Filipina.
"Terdekat ASEAN Para Games di Filipina yang jadi sesi kualifikasi buat Paralimpik juga. Kalau Asia Tenggara saya yakin masih bisa dapat emas supaya bisa lolos ke Tokyo. Soalnya yang diimpikan atlet adalah lolos ke Paralimpik," ungkapnya. (ttf/bac)
Aris memang tidak ditargetkan meraih medali di Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Aris meraih medai perak di cabor para renang Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)