Penjaga loket tiket di venue para renang, Riska Hariyanti mengatakan loketnya hanya menyediakan 400 tiket per hari. Jumlah itu belum ditambah dengan tiket yang dijual melalui penjualan online dan tiket terusan yang dijual di pintu 5 GBK Senayan.
"Hari pertama (cabor para renang, Minggu 7/10) paling ramai. Sampai kewalahan karena banyak yang mau beli tapi di dalam (venue) sudah penuh," kata Riska kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para renang, cabang olahraga yang cukup banyak diminati penonton di Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Padahal saya sudah jalan jauh dari depan, sudah ganti baju mau dukung atlet Indonesia. Tiketnya malah habis," keluh Suhendri.
"Katanya sepi penonton. Ini tiketnya malah habis. Bagaimana, sih?" ucapnya.
Harga tiket masuk ke satu venue pertandingan dibanderol Rp25 ribu. Tapi, panitia (INAPGOC) juga menjual tiket terusan seharga Rp100 ribu yang hanya dijual di pintu 5 GBK.
Selain di GBK, pertandingan Asian Para Games juga digelar di Ancol untuk cabang tenpin boling, tenis meja di Jiexpo Kemayoran, balap sepeda di kawasan Sentul, catur di GOR Cempaka Putih, bochia di Balai Kartini dan powerlifting di Balai Sudirman. (bac)
Para renang, cabang olahraga yang cukup banyak diminati penonton di Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)