Marquez buka suara setelah mengamankan posisi juara MotoGP Thailand, Minggu (7/10). Pebalap asal Spanyol ini berhasil meraih posisi utama setelah menyalip Dovizioso di lap terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu tahun lalu dan tahun ini kami miliki pertarungan yang baik dan itu hal bagus karena pertarungan selalu terjadi hingga akhir tikungan," ujar pebalap asal Spanyol tersebut.
Teknik mengendarai Andrea Dovizioso dianggap lebih halus. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR) |
"Kami memiliki gaya balapan dan motor yang berbeda dan dia memiliki poin tertentu yang sangat kuat. Saya juga memiliki hal kuat tertentu, jadi ini membuat situasi di mana kami dapat bermain dengan cara yang baik untuk mengatasi yang lainnya." jelasnya.
Lihat juga:Zarco: MotoGP Thailand Balapan Sesungguhnya |
"Target saya adalah mencoba merubah gaya dan ingin lebih seperti Dovi, yakni halus, lebih menyandar sedikit dan cepat. Tapi saat ini, itu tidak mungkin." ujarnya.
Sementara Dovizioso mengatakan gaya balapan Marquez merupakan buah pengembangan yang dilakukan Honda dan metode perspektif masing-masing tidak dapat terjadi pada motor satu sama lain.
Duel Marquez-Dovizioso berlangsung hingga garis finis. (AFP PHOTO/Karim JAAFAR) |
"Dia mampu melakukan hal tersebut, dia yang terbaik dalam melakukannya. Tapi hal itu juga akan mengubah gaya balapannya selama bertahun-tahun di MotoGP, cara tersebut, motornya, dan gaya mengendarainya."
Dovizioso menilai gaya balapannya lebih santai dari Marquez. Namun, teknik yang harus digunakan bisa berubah sesuai dengan karakter tunggangannya masing-masing.
Marquez dan Dovizioso baru menyelesaikan MotoGP Thailand. Marquez berhasil menyalip Dovi di lap terakhir dan merebut posisi utama. Hingga kini, Marquez berhasil bertahan di puncak klasemen MotoGP dengan torehan 271 poin dan Dovizioso menempati urutan kedua dengan poin 194. (dre/bac)
Teknik mengendarai Andrea Dovizioso dianggap lebih halus. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR)
Duel Marquez-Dovizioso berlangsung hingga garis finis. (AFP PHOTO/Karim JAAFAR)