Hingga Rabu (10/10) malam, Indonesia menempati peringkat kelima klasemen perolehan medali lewat 23 medali emas, 29 perak dan 31 perunggu. Jumlah itu sudah melampaui target yang sebelumnya diberikan pemerintah yakni 16 medali emas untuk bisa menempati minimal peringkat delapan Asia.
"Alhamdullilah, Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, terima kasih dukungannya masyarakat Indonesia, suporter, dan terima kasih kepada atlet, pelatih, dan asisten pelatih yang telah berjuang di hari kelima ini," kata Imam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tak akan pernah berhenti dan tak akan pernah puas sebelum Asian Para Games ini berakhir dengan pencapaian yang gemilang," ujarnya.
Pecatur putra Indonesia Simanja Nasip Farta seusai menerima medali emas kategori catur standar P1 perorangan putri Asian Para Games 2018. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto) |
Itu dilakukan supaya tidak ada ruang sedikit pun bagi siapapun untuk memandang para atlet penyandang disabilitas sebelah mata.
"Artinya untuk regulasinya harus terus diperbaiki, di posisi organisasi NPC (National Paralympic Committee) harus diperkuat, cabang-cabang olahraga harus dimaksimalkan sampai soal anggarannya akan kami coba maksimalkan," sebut Imam.
Sampai hari kelima gelaran Asian Para Games 2018 ada beberapa hal yang menjadi evaluasi Imam. Salah satunya soal keterlambatan registrasi ulang yang dilakukan ofisial tim renang estafet 4x100 meter Indonesia.
"Tidak boleh kemudian dikatakan tidak fokus. Harus betul-betul dikawal setiap peluang itu adalah kesempatan. Tentu bukan hari ini, kemarin saya catat betul tapi setelah Asian Para Games ini akan menjadi evaluasi penting. Makanya, ke depan harus ada penguatan organisasi," tegasnya.
Sementara itu di sisa waktu gelaran Asian Para Games 2018 yang tinggal tiga hari lagi, Imam mengajak seluruh masyarakat untuk datang langsung mendukung para atlet disabilitas Indonesia yang tengah berjuang.
"Masyarakat yang datang bisa menyaksikan dan mendukung sekaligus belajar dari cara mereka untuk menjalani tugas dalam kondisi terbatas."
"Sebetulnya melalui Asian Para Games ini kita bisa mencari mencari inspirasi baru bahwa keterbatasan mungkin ada yang mengatakan sebagai penderitaan, tapi itu bukan penghalang melainkan motivasi untuk mencapai prestasi tertinggi," kata Imam. (ttf/bac)
