Chelsea memberikan opsi hukuman larangan menonton atau pendidikan kursus kepada pendukungnya yang terbukti menyanyikan lagu penghinaan kepada etnis Yahudi.
Setelah itu, perwakilan The Blues bersama 150 pendukungnya akan melakukan perjalanan ke Auschwitz, Polandia, dalam rangka perjalanan edukasi kepada para fan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan ini diharapkan dapat mengedukasi pendukungnya yang terlibat perlakuan rasial dibanding harus melakukan larangan datang ke pertandingan Liga Primer.
Potret korban kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz. (REUTERS/Kacper Pempel) |
"Kebijakan ini memberikan mereka kesempatan untuk sadar apa yang telah mereka lakukan dan membuat mereka mau mengubah perilaku mereka," sambungnya.
Buck juga menambahkan sulit jika menarik 50 hingga 100 orang yang meneriakan (anti-Yahudi). Tapi akan lebih mudah jika dapat mengidentifikasi satu individu, dan menindaknya.
"Sekarang kita tawarkan Anda melakukan sesuatu yang salah. Anda memiliki pilihan. Kami dapat melarang Anda atau menghabiskan beberapa waktu dengan petugas kami, memahami kesalahan apa yang telah anda lakukan." ujarnya.
Pameran seni gambaran rezim Nazi di Jerman. (REUTERS/Fabrizio Bensch) |
Inisiatif mengedukasi holocaust (pembantaian jutaan orang Yahudi oleh Nazi) ini mendapat dukungan dari World Jewish Congress, Holocaust Education Trust dan ilmuan Yahudi terkemuka, Rabbi Barry Marcus. Para tokoh ini menilai hukuman larangan tidak akan berpengaruh.
Auschwitz merupakan sebuah kamp milik tentara Jerman Nazi pada Perang Dunia ke-2. Kamp yang terletak di Polandia ini diketahui menjadi ladang pembantaian kaum Yahudi.
Sejak 1947, Kamp Auschwitz-Birkenau kini dijadikan sebuah museum dan pada 1979 dinamakan sebagai salah satu situs bersejarah dunia oleh lembaga UNESCO. (dre/jun)
Potret korban kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz. (REUTERS/Kacper Pempel)
Pameran seni gambaran rezim Nazi di Jerman. (REUTERS/Fabrizio Bensch)