Yuli Sumpil dan rekannya, Fandy, disanksi larangan menonton ke stadion di seluruh Indonesia seumur hidup oleh Komdis PSSI. Hukuman ini diberikan karena Yuli dan Fandy dianggap melakukan provokasi berlebihan kepada pemain lawan hingga masuk ke lapangan di laga Arema vs Persebaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuli juga menjelaskan alasan turun ke lapangan karena Bonek juga melakukan hal yang sama saat Arema bertandang ke markas Persebaya di Gelora Bung Tomo, Mei 2018. Ketika itu Bonek yang menggunakan maskot mengacungkan jari tengah ke arah pemain Arema sebelum pertandingan.
Terkait perobekan logo Persebaya, Yuli mengaku hanya membalas tindakan Bonek yang juga pernah merobek logo Arema. Namun, Aremania tidak mengajukan ancaman atau tuntutan berlebihan kepada PSSI.
"Aremania santai ketika logo disobek, inilah suporter. Teror pemain Persebaya di Malang tidak seberapa, teror di Surabaya lebih besar. Di Malang santai-santai," ucap Yuli.
"Kami siap kalau pemain diteror sampai tidak dapat hotel di Surabaya, dapatnya di Gresik. Persebaya main di Malang dapat hotel di kota, dibiarkan saja," sambung Yuli.
Lihat juga:Khabib Nurmagomedov Ancam Pensiun dari UFC |