Mancini menjadi juru latih timnas Italia pada Mei 2018 menggantikan pelatih sementara Luigi Di Biagio. Setelah menangani Giorgio Chiellini dan kawan-kawan, mantan penyerang timnas Italia itu gagal memberikan hasil yang memuaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mancini mengungkapkan persaingan di kompetisi Nations League bukan target utama yang ingin dicapai.
Roberto Mancini menangani timnas Italia sejak Mei 2018. (Alessandro Garofalo) |
"Saat kami memulai langkah, kami menargetkan membangun ulang tim dan membuat pencitraan yang baik di Nations League. Tidak ada tujuan lain. Ini memang membutuhkan waktu dan tidak gampang. Ketika kami membuat sebuah kelompok yang bisa melakukan hal hebat, kami tidak akan kesulitan tampil di Piala Eropa," sambungnya.
Mancini mendapat beban berat untuk menata kembali timnas Italia yang mengalami kegagalan besar menembus Piala Dunia 2018.
Dalam Nations League, Italia untuk sementara berada di posisi ketiga atau juru kunci di bawah Portugal dan Polandia dengan satu poin dari dua laga. Jika tidak beranjak, maka Italia bisa terdegradasi ke Liga B.
Lihat juga:Timnas Indonesia U-19 Kalahkan Yordania 3-2 |
"Jika kami kalah besok maka bukan berarti kami tidak melaju ke Piala Eropa dan kami tidak akan bermain lagi. Itu bisa saja terjadi dengan Jerman, Inggris, Kroasia. Nations League dibuat agar tidak ada lagi laga uji tanding, tapi saya tidak melihat drama apapun," tukasnya. (nva/nva)
Roberto Mancini menangani timnas Italia sejak Mei 2018. (Alessandro Garofalo)