Pria asal Brasil yang akrab disapa Teco itu tidak ingin terjebak bermain menyerang seperti ketika kalah 0-2 dari Madura United pada pertemuan pertama di musim ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Laskar Sape Kerrab kekalahan dari Persija di hadapan pendukungnya menjadi kekalahan kandang kedua setelah takluk 1-2 dari Borneo pada akhir September.
Marko Simic (kanan) berusaha mengamankan bola dari kejaran Benny Wahyudi. (Dok. Persija) |
"Kita kuasai pertandingannya, 70 persen dari possesion dikuasai Madura. Mereka [pemain Madura United] tampil baik, berjuang, tapi tidak dapat meraih kemenangan," kata pelatih yang pernah merumput di Persebaya pada tahun 1990-an itu.
Kekalahan dari Persija tidak menyurutkan ambisi Madura United bersaing di papan atas memperebutkan gelar juara. Saat ini Gomes dan anak asuhnya berada di peringkat keempat dengan 39 poin terpaut tiga poin dari Persija yang berada di peringkat ketiga dan tertinggal lima poin dari Persib dan PSM.
"Finishing touch kita harus lebih baik, meski setiap hari kita latihan menyerang, memindahkan bola, finishing touch harus lebih baik. Peluang juara masih ada, tim ini masih bagus sekali, secara kualitas permainan madura yang layak menang," tukasnya. (nva/nva)
Marko Simic (kanan) berusaha mengamankan bola dari kejaran Benny Wahyudi. (Dok. Persija)