Sejak berakhirnya Asian Games 2018 pada 2 September lalu, pelatih dan asisten pelatih sepak takraw belum menerima bonus atas prestasi atlet mereka. Pihak Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) kemudian mengirim surat pencairan bonus ke Kemenpora pada 14 September.
"Ya, surat dari PB itu sudah saya proses lama. Tapi kok buku tabungannya tidak diambil-ambil ya," kata Deputi III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dikonfirmasi, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) Asnawi Rahman membenarkan bonus pelatih dan asisten pelatih sepak takraw sudah tersedia di Kemenpora. Hanya saja, lanjut Asnawi, bonus tersebut belum diambil.
Satu-satunya emas Indonesia di sepak takraw diraih usai mengalahkan Jepang. (INASGOC/Wahyu Putro A) |
"Bawa KTP, ID card [Asian Games 2018], NPWP. Itu bonus sudah cair kok dan saya sudah dikasih tahu. Tinggal orang yang bersangkutan saja yang ambil ke Kemenpora. Tidak boleh diwakili," ujarnya melanjutkan.
Lebih lanjut, Asnawi mengatakan Ketua Umum PB sekalipun tidak bisa datang mewakili untuk ambil bonus tersebut. Pasalnya, uang bonus sudah ditransfer ke rekening masing-masing yang bersangkutan.
Total ada 24 atlet putra dan putri sepak takraw Indonesia yang meraih medali di Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Nova Wahyudi) |
"Intinya sekarang sudah semua, medali dan non-medali. Saya bersurat juga ke Kemenpora. Atlet saya 24, pelatih dan asisten pelatih ada lima. Ada 12 [atlet] putra dan 12 putri yang dapat medali, sedangkan yang tidak dapat medali enam putra dan enam putri," sambung Asnawi.
Satu-satunya emas Indonesia di sepak takraw diraih usai mengalahkan Jepang. (INASGOC/Wahyu Putro A)
Total ada 24 atlet putra dan putri sepak takraw Indonesia yang meraih medali di Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Nova Wahyudi)