Persiapan Timnas Indonesia yang akan berjuang di Piala AFF 2018 dalam kondisi yang memprihatinkan. Kurang dari sebulan sebelum Piala AFF 2018 digelar pada 8 November sampai 15 Desember mendatang, Timnas Indonesia belum juga memiliki pelatih kepala.
Padahal persiapan Evan Dimas dan kawan-kawan bisa lebih maksimal jika memiliki pelatih kepala. Karena itu banyak desakan muncul agar PSSI segera membuat keputusan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai pihak meganggap Bima yang menjadi asisten Milla dinilai layak untuk dipromosikan dan diangkat menjadi pelatih Timnas Indonesia. Hasil uji coba dalam tiga pertandingan terakhir menjadi salah satu faktornya.
Kepemimpinan Bima Saktu membawa Timnas Indonesia meraih dua kemenangan dan sekali imbang dalam tiga laga terakhir. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Berikut sejumlah keuntungan Bima Sakti menjadi pelatih Timnas Indonesia:
1. Paham Konsep Bermain
Waktu yang mepet dengan pelaksanaan Piala AFF 2018 membuat PSSI tidak memiliki banyak pilihan untuk memilih pelatih lain. Nama Bima Sakti menjadi satu-satunya yang bisa ditunjuk untuk diangkat sebagai 'nakhoda' Timnas Indonesia.
Status Luis Milla masih belum jelas sampai saat ini. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
Bima menjadi satu-satunya pelatih yang tahu bagaimana meracik dan menyajikan permainan Timnas Indonesia, di luar Milla.
2. Lebih Bebas Menerapkan Taktik
Tidak dipungkiri dengan status sebagai caretaker membuat Bima tidak begitu bebas dalam menerapkan taktik dan startegi bermain. Karena Bima seperti dalam bayang-bayang Milla.
Karena itu tidak heran selama Milla berada di Spanyol, Bima harus lebih dulu berkomunikasi dengan pelatih 52 tahun tersebut, baik mengenai pemilihan pemain atau cara bermain. Hal itu tidak lain karena Bima masih menghormati dan menganggap Milla sebagai atasannya.
Bayaran Bima Sakti diperkirakan tidak akan semahal Luis Milla. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
Supriyono menuturkan dalam komunikasinya dengan Bima, pelatih yang juga mantan pemain Persema Malang itu ingin maksimal dalam melatih. Itu artinya Bima ingin kejelasan, menjadi pelatih kepala atau tetap sebagai asisten di Piala AFF 2018.
Dengan jadi pelatih, Bima diperkirakan akan lebih tenang dalam menerima kritikan jika hasil tidak maksimal diraih Timnas Indonesia nantinya. Karena apa yang terjadi di Timnas Indonesia merupakan tanggung jawab dia sepenuhnya.
3. Pemain Bisa Menghormati Bima Sakti
Tidak ada lagi kesenjangan antara pemain dengan Bimaselama menjadi pelatih sementara. Supriyono melihat para pemain Timnas Indonesia bisa menerapkan strategi yang diinginkan Bima dalam tiga laga uji coba terakhir dengan hasil dua kali menang dan sekali imbang. Kondisinya tentu akan lebih baik lagi jika Bima diangkat secara resmi sebagai pelatih tetap.
Para pemain senior Timnas Indonesia bisa menghormati Bima Sakti. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
Nama besar Bima sebagai pemain bisa menjadi faktor para pemain itu untuk tunduk terhadap instruksi mantan pemain Timnas Indonesia Primavera tersebut.
4. Bima Sakti Tak Semahal Luis Milla
Ketika tarik-ulur Luis Milla dengan PSSI terjadi ada terselip isu soal gaji pelatih asal Spanyol itu. PSSI disebut-sebut ingin menurunkan gaji Milla pada kontrak barunya nanti karena tidak bisa memenuhi target mencapai semifinal Asian Games 2018. Tetapi Milla tidak ingin itu terjadi.
Hanya saja Supriyono tidak membantah dalam benaknya masih ingin Milla berada dalam jajaran tim pelatih Timnas Indonesia. Pasalnya, pelatih kelahiran Teruel itu bisa memberikan dampak besar terhadap sepak bola Indonesia.
Yang tidak kalah penting, Milla menjadi salah satu aktor penyeragaman Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) di Tanah Air. Tujuan dari kurikulum ini adalah mendapatkan konsep bermain sepak bola yang sama dengan postur atau kualitas pesepakbola Indonesia di semua jenjang. (sry/har)
Kepemimpinan Bima Saktu membawa Timnas Indonesia meraih dua kemenangan dan sekali imbang dalam tiga laga terakhir. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Status Luis Milla masih belum jelas sampai saat ini. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Bayaran Bima Sakti diperkirakan tidak akan semahal Luis Milla. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Para pemain senior Timnas Indonesia bisa menghormati Bima Sakti. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)