Pengadilan di Italia yang tengah menangani kasus mafia secara besar-besaran menjatuhkan hukuman dua tahun kepada mantan pemain Juventus itu pada Rabu (31/10).
Sementara ayah Iaquinta, Giuseppe terbukti memiliki keterkaitan dengan grup mafia Calabria tersebut dan dijatuhi hukuman 19 tahun penjara.
Iaquinta dan ayahnya melampiaskan kekesalan pada juri setelah proses persidangan usai dengan berteriak, "Ini konyol, diri Anda memalukan. Keluarga kami bahkan tidak tahu apa 'Ndrangheta."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada sidang bulan Mei, Iaquinta menjelaskan dirinya membeli senjata untuk kebutuhan di waktu senggang karena mantan penyerang itu kerap menghabiskan waktu di lapangan tembak setelah gantung sepatu.
Iaquinta tidak akan dipenjara dalam waktu dekat karena menurut hukum Italia, terdakwa tidak dianggap bersalah sampai semua tingkat banding dipenuhi. Pemain yang pensiun pada 2012 itu mendapat kesempatan untuk melakukan banding sebanyak dua kali.
Lebih dari 140 orang diadili terkait dengan dugaan memberi bantuan kepada mafia Ndrangheta untuk menyusup ke Italia utara. Dari jumlah tersebut, pengadilan memutuskan lebih dari 120 orang bersalah.
'Ndrangheta dipercaya sebagai pengendali perdagangan kokain terbesar di Eropa. (nva/jun)