Mundari menyebut pertimbangan yang menjadi tujuan utama Barito Putera merekrut Bagas dan Bagus karena Laskar Antasari ingin memiliki tim yang bagus di level senior pada masa yang akan datang. Hal tersebut sejalan dengan tujuan utama dari pembinaan usia muda yang selama ini konsisten dilakukan klub.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mundari mengatakan hal terberat saat merekrut Bagas dan Bagus yakni meyakinkan orangtua pemain kembar tersebut. Namun, mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 itu memakluminya lantaran prestasi gemilang yang dicetak dua pemain yang memperkuat Garuda Asia pada Piala AFF dan Piala Asia U-16 2018.
Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi (kedua dari kanan) berduel dengan pemain timnas Australia di Piala Asia U-16 2018. (AFC/Adam Aidil Padali) |
Mundari bersyukur saat ini Bagas dan Bagus sudah resmi menjadi bagian dari Barito Putera. Keduanya juga sudah bisa didaftarkan untuk mengikuti kompetisi Elite Pro Academy U-16 yang dibuat PSSI.
"Kita prospek ke depan. Kalau kualitas mereka sudah bagus, kita juga enggak akan turunkan mereka di level U-16 tapi di kompetisi U-19 supaya dia lebih termotivasi lagi. Kalau saya lihat kemampuannya Bagas dan Bagus sudah di atas rata-rata pemain U-16. Challenge juga dia buat main di 19," terangnya.
Selain Bagas dan Bagus, Barito Putera disebut Mundari juga telah merekrut mantan pemain Timnas U-16 lainnya, yakni Muhammad Yudha Febrian, Dandi Maulana Hakim serta Alif Jaelani dari Timnas Pelajar.
"PSSI sudah bagus buat kompetisi U-16 dan U-19. Ini kami berharap pemain terbaik di usia mereka bermain di kompetisi ini sehingga sepak bola Indonesia ke depan lebih cepat majunya," tandasnya. (ttf/jun/nva)
Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi (kedua dari kanan) berduel dengan pemain timnas Australia di Piala Asia U-16 2018. (AFC/Adam Aidil Padali)