Usai diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial ASR (19 tahun), tim pelatih sebenarnya masih mau menunggu kedatangan Saddil. Namun, usai berkoordinasi dengan semua pihak, nama Saddil resmi dicoret.
"Jadi, Saddil dengan berat hati melalui koordinasi dari seluruh staf pelatih juga, tidak akan disertakan di tim ini, jadi tetap 23 pemain. Karena apa? terlepas dari permasalahan dia, dia tidak datang tepat waktu. Jadi bagi kami, disiplin adalah nomor satu," kata Kurniawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia [Saddil] masih muda, kariernya masih panjang. Tapi ini jadi pembelajaran bagi semua pemain. Sebagai pemain profesional harusnya dia bisa jadi contoh untuk adik-adiknya yang lain," sebut Kurniawan yang akrab disapa Si Kurus itu.
Saddil Ramdani masih ditahan pihak kepolisian karena kasus penganiayaan terhadap seorang wanita. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan kasus yang dialami Saddil merupakan kasus penganiayaan. Saddil terancam hukuman penjara selama dua tahun atas kasus tersebut.
Menurut Wahyu Normas, Saddil bisa terjerat pasal 351 ayat 1 dengan ancaman kurungan penjara dua tahun delapan bulan, atau 352 KUHP dengan ancaman sembilan bulan kurungan.
Wahyu membenarkan jika kepolisian telah melakukan penahanan terhadap Saddil.
Pihak kepolisian kata Wahyu kini terus melakukan proses sesuai prosedur. Pihaknya juga akan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti terkait kasus ini, sebelum pelimpahan perkara ke JPU.
Atas kejadian itu Saddil memenuhi panggilan pihak kepolisian pada Jumat (2/11) siang. Pemain Persela Lamongan itu mengaku pasrah dan ikhlas serta siap untuk mengikuti proses hukum yang berlaku. (ttf/bac)
Saddil Ramdani masih ditahan pihak kepolisian karena kasus penganiayaan terhadap seorang wanita. (CNN Indonesia/Hesti Rika)