Dalam sesi latihan pada Senin (5/11) di Stadion Wibawa Mukti yang digelar sejak pukul 08.00 WIB, Timnas Indonesia mengasah metode serangan. Usai adu tanding lima lawan lima dalam kotak penalti yang bertujuan untuk menjaga intensitas serangan, para pemain berlatih menembak dengan jarak kurang lebih 17 meter.
Lihat juga:Duka di Tengah Kebahagiaan Valentino Rossi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tembakan-tembakan dari jarak jauh atau luar kotak penalti dibutuhkan tim guna memecah kebuntuan saat kesulitan menembus pertahanan lawan lewat sebuah serangan. Selain mempertajam tembakan tim pelatih juga memberikan materi agar sirkulasi serangan berjalan cepat dari sisi satu ke yang lain.
Timnas Indonesia lebih senang menggelar latihan pagi. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
"[Latihan pagi] itu sah-sah saja, tidak ada yang salah. Kami punya gaya masing-masing. Dan yang pasti setiap pelatih punya tujuan yang sama yaitu ingin membangun tim menjadi lebih baik. Saya memang mengadopsi metode Luis Milla yang hanya latihan satu kali sehari tapi intensitasnya tinggi," ujar Bima.
"Dan yang paling penting bukan durasi panjang, tapi intensitas dan kualitas. Kalau [latihan] sore, kami takut hujan. Kalau pagi, bila ada sesi latihan tambahan tidak khawatir dengan cuaca dan waktu Magrib," ujarnya menambahkan.
Timnas Indonesua rencananya bakal menggelar satu kali lagi latihan pagi pada Selasa (6/11), sebelum kemudian bertolak ke Singapura untuk laga perdana Piala AFF 2018. (map/bac/sry)
Timnas Indonesia lebih senang menggelar latihan pagi. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)