Pasalnya, belum satu pun gelar juara yang diraih Indonesia sejak hajatan sepak bola se-Asia Tenggara itu digelar pada 1996 dan masih bernama Piala Tiger.
Kini Piala AFF sudah memasuki edisi ke-12 dan prestasi Merah Putih hanya mentok sebagai spesialis finalis. Total sudah lima kali final dari total edisi tersebut yang pernah diraih Garuda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati digagalkan Thailand pada Piala AFF 2016, prestasi Garuda tembus ke final justru dinilai sebagai kejutan karena tim arahan Alfred Riedl saat itu sempat tak diperhitungkan. Sebab, saat itu Indonesia baru terbebas dari sanksi FIFA.
Timnas Indonesia arahan Alfred Riedl secara mengejutkan mampu tembus ke final Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono) |
Dalam kondisi itu, Merah Putih rupanya masih bisa memenuhi target minimal ke final. Meski dibatasi dengan aturan kuota maksimal pemain dari klub, Boaz Solossa dan kawan-kawan memiliki program latihan yang cukup baik di bawah arahan Riedl.
Kondisi berbeda yang dialami Timnas Indonesia tahun ini. Situasinya sedikit lebih pelik. Bima Sakti secara dadakan ditunjuk sebagai pelatih setelah PSSI memutuskan membatalkan pembaruan kontrak Luis Milla sebagai juru taktik.
Bima Sakti ditunjuk sebagai pelatih pada 21 Oktober atau 18 hari waktu persiapan sebelum kick-off Merah Putih bertandang ke markas timnas Singapura pada 9 November.
Komposisi skuat yang dipilih Bima Sakti beserta Kurniawan dan Kurnia Sandy juga mayoritas dari eks skuat Asian Games 2018 arahan Luis Milla.
Di posisi kiper ada nama Andritany Ardhiyasa dan Awan Setho. Di lini belakang juga lima dari delapan bek merupakan lulusan Asian Games 2018, salah satunya sang kapten Hansamu Yama Pranata. Begitu pula di lini tengah, delapan dari 10 pemain pernah memperkuat Garuda Muda di ajang multicabang tersebut.
Beto Goncalves pun masuk dalam skuat Piala AFF 2018 ditemani Dedik Setiawan di lini depan. Ada pun nama-nama pemain senior lainnya yang masuk antara lain, Rizky Rizaldi Pora, Fachruddin Aryanto, Bayu Pradana, Riko Simanjuntak, dan Andik Vermansah menggantikan Saddil Ramdani yang dicoret dari skuat besutan Bima Sakti.
Permainan Boaz dan Irfan Bachdim yang tak terlalu menonjol lagi di klub masing-masing bisa jadi pertimbangan Bima Sakti untuk tak memanggilnya.
Sementara Vizcarra sebenarnya punya kemampuan sebagai pengatur serangan dan bisa berperan jadi penyerang sayap. Namun, posisi itu dianggap tak terlalu mendesak karena sudah ada pemain di peran itu seperti Evan Dimas yang merupakan sosok play maker. Begitu pun para pemain di sektor sayap yang cukup berlimpah jumlahnya.
Boaz Solossa tak masuk dalam skuat Piala AFF 2018. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) |
Di antara yang menjadi andalan adalah permainan cepat yang didominasi umpan-umpan pendek dan transisi permainan dari bertahan ke menyerang.
Serangan-serangan di dua lini sayap juga jadi andalan skuat Garuda selama ini. Pertahanan Hansamu Yama dan kawan-kawan juga cukup solid di lini depan.
Dalam tiga kali uji coba usai gelaran Asian Games 2018, Indonesia hanya kebobolan sekali saat ditahan imbang Hong Kong 1-1. Mereka meraih dua kali kemenangan atas Mauritius 1-0 dan Myanmar 3-0.
Membaca Peta Kekuatan Lawan
Timnas Indonesia bukan tanpa kelemahan. Merah Putih bahkan masih lemah dalam hal antisipasi bola-bola atas termasuk umpan-umpan bola mati. Mereka bakal satu grup dengan Singapura dan Filipina, dua tim yang memiliki keunggulan dalam bola-bola atas.
Thailand dan Timor Leste juga segrup di Grup B bersama Timnas Indonesia. Kendati dihuni tim-tim bagus macam skuat Gajah Perang, Singapura, dan Filipina, peluang Merah Putih untuk lolos fase grup masih lumayan aman.
Pasalnya, negara macam Thailand dan Singapura tak menurunkan skuat terbaik mereka seperti pada edisi sebelumnya.
Timnas Thailand saat berlaga di Asian Games 2018. (CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP) |
Begitu pula Singapura, tanpa diperkuat pemain naturalisasi dengan mayoritas para pemain muda di tim arahan Fandi Ahmad. Hanya Filipina yang kemungkinan menjadi tim Kuda Hitam dengan pelatih level dunia seperti Sven Goran Eriksson.
Untuk lolos ke semifinal tampaknya bukan perkara sulit, tapi kans untuk ke final bakal berat bagi Garuda. Di Grup A ada Malaysia dan Vietnam yang tahun ini sangat serius membangun kekuatan mereka.
Tim Harimau Malaya misalkan, mereka diperkuat gelandang naturalisasi asal Gambia, Mohamadou Sumareh. Vietnam juga masih mengandalkan sejumlah pemain berkualitas macam Nguyen Van Quyet, Luong Xuan Truong dan Phan Van Duc.
Timnas Malaysia amat serius membangun kekuatan untuk Piala AFF 2018. (TANG CHHIN SOTHY / AFP) |
Bima Sakti pun sebelumnya mengatakan ia terus fokus pada mental para pemainnya terutama pada laga perdana. Sebab, laga pembuka di Piala AFF kerap menjadi batu sandungan para pemain Garuda. (sry)
Timnas Indonesia arahan Alfred Riedl secara mengejutkan mampu tembus ke final Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Boaz Solossa tak masuk dalam skuat Piala AFF 2018. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Timnas Thailand saat berlaga di Asian Games 2018. (CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)
Timnas Malaysia amat serius membangun kekuatan untuk Piala AFF 2018. (TANG CHHIN SOTHY / AFP)